Buku Laris

 
Beli Beli Beli Beli Beli






Mengapa Daging Babi Haram untuk Dikonsumsi?

FAKTA-FAKTA MENGAPA BABI HARAM
Islam telah melarang segala macam darah, analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat ), suatu senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia, bersifat racun. Dg kata lain uric acid sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang tidak sempurna yang diakibatkan oleh kandungan purine dalam makanan.Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal,dan dibuang keluar tubuh melalui air seni. Dalam Islam dikenal prosedur khusus dalam penyembelihan hewan, yaitu menyebut nama Allah Yang MahaKuasa dan membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat danorgan organ lainnya utuh. Dengan cara ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya, sebab jika organ-organ misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging, mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun, dan pada masa-masa kini lah para ahli makanan baru menyadari akan hal ini, subhanallah.
Apakah kita tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher ? karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya? Bagi orang muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.
Ilmu kedokteran mengetahui bahwa babi sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya, sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.
Allah SWT jelas telah MENGHARAMKANNYA BABI
a. QS. Al Baqoroh (2) : 173
b. QS. Al Maa'idah (5) : 3
c. QS. Al An `Aam (6) : 145
d. QS. An Nahl (16) : 115
Rasulullah SAW juga telah menegaskan babi lebih banyak mudhorotnya.

KENYATAAN DILAPANGAN TENTANG BABI :
Babi adalah binatang yang paling jorok dan kotor, Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri & kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada pada tempat yang kotor, tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering. Babi hewan pemalas dan tidak suka bekerja (mencari pakan), tidak tahan terhadap sinar matahari, tidak gesit, tapi makannya rakus (lebih suka makan dan tidur), bahkan paling rakus di antara hewan jinak lainnya. Jika tambah umur, jadi makin malas & lemah (tidak berhasrat menerkam dan membela diri). Suka dengan sejenis dan tidak pencemburu. A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov (Buku : Adaptive physiology on mammals and birds). Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tsb. disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging). Lemak punggung babi tebal, babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal. Konsumen babi sering memilih daging babi yg lemak punggungnya tipis, karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity, sehingga secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.

Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia, menyatakan:
"Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus & kolon". Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60 ºC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi & tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).

Daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kholesterol! Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) , dan radang pada sendi-sendi.

Sekitar th 2001 pernah terjadi para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang terkenal berupa daging babi, hamburger (ham = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi). Sang perempuan menegaskan bahwa dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3 pekan setelah makan daging babi. Telur cacing tsb menempel di dinding usus pada tubuh sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai ke ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan dis-fungsi yang sangat keras pada susunan organ di daerah yang mengelilingi cacing itu di otak. Penyakit-penyakit "cacing pita" merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui konsumsi daging babi. Ia berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 - 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).

Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan : ”Bahwa seseorang itu berkelakuan sesuai dengan apa yang dimakannya.” Melihat tayangan di salah satu TV swasta kemarin sore, seorang profesor dari IPB (lupa namanya) telah meneliti struktur DNA babi. Sesuatu yang mengejutkan ternyata, struktur gen babi itu mirip dengan struktur gen manusia. Jadi dapat dikatakan gen babi = gen manusia, jadi sama dengan kita memakan daging manusia (=kanibal), subhanallah. Jadi ada betulnya artikel tadi mengatakan kalau kita memakan babi bukan tidak mungkin karakter babi menempel pada kita, tidak pada kita, bisa jadi pada keturunan kita ! wallahu a’lam.

Keharaman Babi
Pemanfaatan babi hukumnya haram, baik atas daging, lemak, maupun bagian-bagian lainnya. Firman Allah SWT dalam QS.5:3 mengharamkan konsumsi bangkai, darah, dan daging babi. Demikian juga dengan firman-Nya dalam QS.6:145 dan QS.16.115, mengharamkan konsumsi bangkai, darah, dan daging babi. Dalil-dalil pada beberapa ayat ini merupakan nash yang jelas, yang menegaskan tentang keharaman, antara lain mengkonsumsi babi. Al-Qur’an menggunakan kata lakhma (daging) karena sebagian besar pengambilan manfaat dari babi adalah daging. Selain itu, dalam daging babi selalu terdapat lemak. Kendati Al-Qur’an menggunakan kata lakhma, pengharaman babi bukan hanya dagingnya. Tetapi seluruh tubuh hewan babi. Pandangan ini sesuai dengan kaidah ushul fiqh: min dzikri’l-juz I wa iradati’l kulli. Artinya yang disebutkan sebagian dan dikehendaki seluruhnya.Bahwa daging babi mengandung cacing pita (taenia solium), hampir semua orang sudah mengenalnya. Ternyata tidak hanya itu bahaya yang mengancam pemakan babi. Lemak babi mengandung kolesterol paling tinggi dibandingkan dengan lemak hewan lainnya. Darahnya mengandung asam urat paling tinggi. Asam urat merupakan bahan yan jika terdapat dalam darah dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sedikitnya 70 jenis penyakit yang lazim diidap hewan babi dan beberapa diantaranya dapat ditularkan manusia yang memakannya.

Hikmah diharamkannya daging babi, terutama keberadaan cacing pita, seringkali disanggah oleh para ahli kesehatan modern. Mereka mengatakan bahwa cacing tersebut mudah dihilangkan bahkan dengan teknik pemasakan yang paling sederhana. Pandangan ini sungguh menyesatkan karena babi itu sendiri menjijikkan bagi orang yang bersih jiwanya. Allah SWT mengharamkan sejak masa silam untuk waktu yang lama agar manusia mengetahui. Manusia kini baru mengenal sedikit bahayanya, yakni cacing pita, namun demikian jauh sebelum itu Allah SWT telah mengharamkannya. Mungkin sekarang orang menganggap bahwa peralatan masak modern telah mengalami kemajuan, sehingga ada asumsi kalau daging babi tidak lagi membahayakan dan bukan merupakan sumber ancaman bagi manusia. Dengan teknologi pengolahan makanan dan teknik pemanasan yang canggih, bahaya itu sudah bisa dihilangkan.

Mereka lupa bahwa untuk mengatasi bahaya cacing pita saja telah memakan waktu berabad-abad. Itu hanya untuk mengungkap satu penyakit saja. Siapa yang dapat menjamin bahwa di luar penyakit itu sudah tidak ada lagi bahaya yang terkandung dalam daging babi. Apakah tidak selayaknya syari’at yang jauh lebih mendahului kemajuan pengetahuan manusia puluhan abad yang lalu kita percayai sepenuhnya? Semua keputusan diserahkan pada syari’at. Kita menghalalkan apa yang dibolehkan dan menghindari apa yang dilarang. Syariat ini adalah dari Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui bentuk dan karakteristik segala makhluk-Nya.

Kini dengan munculnya kasus Japaneese Enchephalitis (JE) di Malaysia, nyaris semua mata kembali terbuka. Satu lagi bencana mengancam manusia timbul dan bersumber dari babi. Rupanya Allah masih sayang pada manusia, sehingga sekali lagi manusia diingatkan agar menjauhi hewan haram itu. Sudah banyak sekali bukti-bukti yang menunjukkan keburukan babi. Namun sejauh ini manusia tetap nekad memakannya

Hikmah Babi Diharamkan Dalam Islam
Hikmah Pengharaman Babi oleh Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.
Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, “Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?”
Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.
Mengetahui hal itu, mereka bertanya, “Untuk apa semua ini?” Beliau menjawab, “Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia.”Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.
Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
Selanjutnya beliau berkata, “Saudara-saudara, daging babi membunuh ‘ghirah’ orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya.”
Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah.Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi.
Sebagian darinya disebutkan oleh Dr.Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam bukunya “Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman”, halaman 130-131: “Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?”
Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihâdât fi at Tafsîr al penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi.

Alasan Pengharaman Babi
1. Babi dilarang dalam Alquran
Alquran melarang konsumsi babi tidak kurang dari 4 tempat yang berbeda-beda. Ia adalah dilarang dalam surat 2:173, 5:3, 6:145 dan 16:115.
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, " [Al-Qur'an 5:3] ayat-ayat Al Qur'an Di atas cukup untuk memenuhi baagi Muslim mengapa babi diharamkan.
2. Konsumsi daging babi menyebabkan beberapa penyakit non-Muslim Lainnya dan atheists akan setuju hanya akan percaya melalui alasan, logika dan ilmu pengetahuan. Memakan babi dapat menyebabkan tidak kurang dari tujuh puluh berbagai jenis penyakit. Seseorang dapat memiliki berbagai helminthes(cacingan) seperti cacing gelang, cacing keremi, cacing tambang, dll Salah satu yang paling berbahaya adalah Taenia Solium, yang dalam terminologi manusia disebut cacing pita. Ia hidup di usus dan sangat panjang. berkembang melalui telur, masuk ke aliran darah dan dapat mencapai hampir semua organ tubuh. Jika ia memasuki otak dapat menyebabkan hilangnya memori. Jika memasuki jantung dapat menyebabkan serangan jantung, jika memasuki mata dapat menyebabkan kebutaan, jika memasuki hati itu dapat menyebabkan kerusakan hati. Hal ini dapat merusak hampir semua organ tubuh.
Helminthes berbahaya lain adalah Trichura Tichurasis. Umum kesalahpahaman tentang babi adalah bahwa jika dimasak dengan baik, telur nya akan mati. Dalam sebuah riset penelitian yang dilakukan di Amerika, telah ditemukan bahwa dari dua puluh empat orang menderita Trichura Tichurasis, dua puluh dua telah memasak babi dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa telur cacing dalam daging babi tidak mati dimasak dengan suhu normal.
3. Lemak babi mengandung bahan untuk bangunan. Daging Babi mempunyai sedikit otot (lemak) yang mengandung bahan untuk bangunan dan kelebihan lemak. Lemak ini mengendap di tubuh dan dapat menyebabkan hipertensi dan serangan jantung. Tidak mengherankan bahwa lebih dari 50% dari Amerika menderita hipertensi.
4. Babi merupakan salah satu binatang terjorok di bumi. Babi yang merupakan salah satu binatang terjorok di bumi. Ia hidup dan berkembang di kotoran binatang, kotoran manusia dan kotoran lainnya. Ini adalah jalan terbaik yang saya tahu bahwa Allah menciptakannya. Di masyarakat desa tidak memiliki toilet modern dan mereka membuang kotoran di udara terbuka. Sangat sering kotoran mereka akan habis dimakan oleh babi.
Beberapa orang berpendapat bahwa di negara-negara maju seperti Australia, babi dipelihara sangat bersih dan higienis. Bahkan dalam kondisi higienis ini babi-babi dalam kandang yang sama. Betapa pun keras Anda mencoba untuk menjaga mereka bersih, mereka jorok secara alami. Mereka memakan dan menikmati kotoran kawannya sendiri
5. Babi adalah binatang yang paling tak tahu malu. Babi adalah yang paling tak tahu malu binatang di muka bumi. Ini adalah satu-satunya binatang yang mengundang teman-teman yang melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Di Amerika, kebanyakan orang mengkonsumsi babi. Sering kali setelah pesta dansa, mereka saling bertukar isteri; yaitu banyak yang berkata "Anda tidur dengan istri saya dan saya akan tidur dengan istri anda." Jika Anda makan babi maka anda berkelakuan seperti babi. Menurut sebuah artikel di majalah lokal di India, praktek bertukar istri telah menjadi hal yang lumrah di kehidupan Bombay.

Babi Sebagai Makanan
Dalam al-Quran, sebagai hewan, babi hukumnya najis jika disentuh dan haram untuk dimakan oleh umat Islam. Babi juga diharamkan untuk dikonsumsi dalam agama Yahudi dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di kalangan Kristen.
Namun babi banyak dikonsumsi orang Eropa dan orang Tionghoa. Beberapa suku bangsa di Indonesia selain suku Tionghoa-Indonesia yang umumnya juga suka mengkonsumsi babi yaitu suku Bali, Batak dan Manado. Dan dalam bahasa Jawa, babi berarti 'celeng.
Beberapa contoh makanan yang mengandung babi:
Babi panggang merah (manis) khas Tionghoa
Babi panggang putih (asin) khas Tionghoa
Sekba (berisi jeroan babi dengan kuah) khas Tionghoa (Jakarta, Bogor, Bandung, Tangerang)
Kitoba (irisan bagian kepala babi yang diolah dengan cara dikukus. Untuk menikmatinya harus dicelupkan ke dalam cuka aren yang disediakan khas Tionghoa Bogor
Sate babi khas Tionghoa: sama seperti daging sate pada umumnya namun tusukannya lebih besar dan rasanya manis.
Ngo hiang / Go Hiong: Daging babi cincang yang dibungkus dengan kulit kembang tahu tipis. (Jakarta, Bogor, Bandung).
Babi cin: Hidangan daging babi + minyak dengan kuah yang rasanya manis karena kecap manis.
Bakut: Hidangan khas Tionghoa yang merupakan paduan dari sayur asin dan kaldu iga babi.(Dapat dijumpai di seluruh Indonesia).
Saksang: Olahan daging babi khas daerah Tapanuli
Babi rica-rica: Daging babi olahan khas Manado yang rasanya sangat pedas.
Babi guling: Olahan daging babi khas Bali
Babi putar: Olahan daging babi khas Manado yang umumnya disajikan pada saat perayaan.

Bahaya Daging Babi
Babi adalah hewan yang sangat kotor karena biasanya memakan segala sesuatu yang diberikan kepadanya dari mulai bangkai, kotorannya sendiri sampai kotoran manusia. Secara psikis babi memiliki tabiat yang malas, tidak menyukai matahari, sangat suka makan dan tidur, memiliki sifat tamak, dan tidak memiliki kehendak dan daya juang, bahkan untuk membela diri sekalipun.
Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Di antara parasit-parasit itu adalah sebagai berikut:

Cacing Taenia Sollum
Parasit ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dinding-dinding gelembung ini akan dicerna oleh perut manusia. Peristiwa ini akan menghalangi perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 3 meter. Cacing ini akan melekat pada dinding usus dengan cara menempelkan kepalanya lalu menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu bisa menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena cacing ini bisa mengeluarkan racun. Apabila pada diri seseorang, khususnya anak-anak, telah diketahui terdapat cacing ini di lambungnya maka dia akan mengalami hysteria atau perasaan cemas. Terkadang larva yang ada dalam usus manusia ini akan memasuki saluran peredaran darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, hati, saraf tulang belakang, dan paru-paru. Dalam kondisi ini dapat menyebabkan penyakit yang mematikan.

Cacing Trichinia Spiralis
Cacing ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika seseorang mengkonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka gelembung-gelembung -yang mengandung larva cacing ini- dapat tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru-paru dan jantung, dan di daerah-daerah lain di tubuh. Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berakhir dengan kematian.Bisa jadi, cacing jenis ini tidak akan membuat seseorang meninggal dalam waktu singkat. Namun patut diketahui bahwa cacing-cacing kecil yang berkembang di otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging babi bisa dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal dunia.

Cacing Schistosoma Japonicus
Ini adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang dilkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka menyentuh atau mencuci tangan dengan air yang mengandung larva cacing yang berasal dari kotoran babi. Cacing ini dapat menyelinap ke dalam darah, paru-paru, dan hati. Cacing ini berkembang dengan sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih dari 20.000 telur, serta dapat membakar kulit, lambung dan hati. Terkadang juga menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang berakibat pada kelumpuhan dan kematian.

Fasciolepsis Buski
Parasit ini hidup di usus halus babi dalam waktu yang lama. Ketika terjadi percampuran antara usus dan tinja, parasit ini akan berada dalam bentuk tertentu yang bersifat cair yang bisa memindahkan penyakit pada manusia. Kebanyakan jenis parasit ini terdapat di daerah China dan Asia Timur. Parasit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan pembengkakan di sekujur tubuh, serta bisa menyebabkan kematian.

Cacing Ascaris
Panjang cacing ini adalah sekitar 25 cm. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru, radang tenggorokan dan penyumbatan lambung. Cacing ini tidak bisa dibasmi di dalam tubuh, kecuali dengan cara operasi.

Cacing Anklestoma
Larva cacing ini masuk ke dalam tubuh dengan cara membakar kulit ketika seseorang berjalan, mandi, atau minum air yang tercemar. Cacing ini bisa menyebabkan diare dan pendarahan di tinja, yang bisa menyebabkan terjadinya kekurangan darah, kekurangan protein dalam tubuh, pembengkakan tubuh, dan menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan mental, lemah jantung dan akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Calornorchis Sinensis
Ini jenis cacing yang menyelinap dan tinggal di dalam air empedu hati babi, yang merupakan sumber utama penularan penyakit pada manusia. Cacing ini terdapat di China dan Asia Timur, karena orang-orang di sana biasa memelihara dan mengkonsumsi babi. Virus ini bisa menyebabkan pembengkakan hati manusia dan penyakit kuning yang disertai dengan diare yang parah, tubuh menjadi kurus dan berakhir dengan kematian.

Cacing Paragonimus
Cacing ini hidup di paru-paru babi. Cacing ini tersebar luas di China dan Asia Tenggara tempat di mana babi banyak dipelihara dan dikonsumsi. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru. Sampai sekarang belum ditemukan cara membunuh cacing di dalam paru-paru. Tapi yang jelas cacing ini tidak terdapat, kecuali di tempat babi hidup. Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, di mana penderita akan merasa sakit, ludah berwarna cokelat seperti karat, karena terjadi pendarahan pada kedua paru-paru.

Swine Erysipelas
Parasit ini terdapat pada kulit babi. Parasit ini selalu siap untuk pembakaran pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi dengannya. Parasit ini bisa menyebabkan radang kulit manusia yang memperlihatkan warna merah dan suhu tubuh tinggi.Sedang kuman-kuman yang ada pada babi dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah TBC, Cacar (Small pox), gatal-gatal (scabies), dan Kuman Rusiformas N.Dalam berbagai argumentasi, sebagian orang berpendapat jika peralatan modern sudah jauh lebih maju dan bisa menanggulangi cacing-cacing ini sehingga tidak berbahaya lagi, karena panas tinggi yang dihasilkan oleh alat tersebut. Namun pengetahuan ini masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Sampai sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan benar berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk membunuh cacing-cacing ini. Padahal menurut teori, memasak daging yang benar adalah tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama. Karena jika terlalu cepat dikhawatirkan parasit-parasit yang terdapat dalam daging tidak sempat mati sementara kalau terlalu lama semua kandungan gizi daging akan hilang dan hanya menyisakan toxic (racun). Kalau sudah demikian siapa yang berani menjamin kalau daging babi cukup aman untuk dikonsumsi?

Memang benar dalam tubuh sapi juga ada cacing. Cacing tersebut diberi nama T. Saginata. Tapi babi sendiri kadang-kadang juga menjadi sarang cacing jenis ini. Namun demikian ada perbedaan yang mendasar antara cacing yang terdapat pada sapi dan cacing yang ada pada babi. Saginata yang ada pada babi melangsungkan proses hidupnya dalam tubuh manusia sedangkan saginata yang ada pada sapi hanya dapat hidup di dalam sapi dan tidak hidup di dalam tubuh manusia, sekalipun sudah terlanjur masuk dalam tubuh manusia. Adapun keberadaan saginata dalam tubuh manusia mungkin disebabkan oleh proses masak yang tidak baik di dalam tubuh babi.Disamping itu daging babi adalah daging yang paling sulit dicerna, karena kandungan zat lemaknya sangat tinggi. Tabel berikut akan menjelaskan kadar lemak yang terdapat dalam daging babi dan hewan lainnya:
Babi gemuk 91%, Kambing gemuk 56%, Sapi gemuk 35%
Babi sedang 60%, Kambing sedang 29%, Sapi sedang 20%
Babi kurus 29%, Kambing kurus 14%, Sapi kurus 6%
Selain itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang pertama kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang terakhir adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut dimasak, maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi.Dari hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.Jika ada yang bertanya: buat apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan? Kita bisa jawab: di dalam tubuh babi ada hal yang bisa kita petik pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu atau bibit penyakit lainnya. Namun jika dia masih juga bersikukuh tentang babi, maka paling tidak dia harus bisa membuktikan bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit maupun kandungan lemaknya yang tinggi. Apa dia dapat melakukannya sementara para ahli saja tidak benar-benar berani menjaminnya?

Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi.
Nah, ternyata menurut penelitian ilmiah, hal tsb. disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi tsb.merembes ke daging.
Lemak punggung babi tebal.
1. Babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal.
2. Konsumen babi sering memilih daging babi yg lemak punggungnya tipis,
karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya.
3. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity, shg. secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.

Fakta-fakta yang membuat seseorang harus segera menjauhi babi
1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya.
2. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.
3. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.
4. Kadang ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali.
5. Ia memakan sampah, busuk-busukan, & kotoran hewan.
6. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar & dalam waktu lama, jika dibiarkan.
7. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
8. Penelitian ilmiah modern di 2 negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia :

Cina & Swedia menyatakan:
“Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus & kolon”.
a. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis.
b. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia seperti Cina dan India ).
c. Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.
d. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo . Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit, seperti : Virus Encephalitis, Virus Ebola, Virus H5N1, cacing pita, dll.

1. Virus Encephalitis menyerang otak kecil
2. Di Malaysia, virus ini pernah menghebohkan karena membunuh 90 orang hanya dalam waktu 60 hari.
3. Sekarang pemerintah Malaysia melokalisasi babi.

Daging babi adalah tempat persinggahan bagi beberapa jenis cacing yang berbahaya.
1. Cacing pita (Taenia solium),
2. Cacing spiral (Trichinella spinalis),
3. Cacing tambang (Ancylostoma duodenale),
4. Cacing paru-paru (Paragonimus),
5. Fasciolepsis busci, Schistosoma japonicum,
6. Chlonorchis sinensis,
7. Erypsipelothrix sp., dll.

CACING PITA (Taenia solium)
1. Larva & cyste cacing pita babi dapat bermigrasi ke tubuh manusia melalui usus & peredaran darah.
2. Apabila manusia memakan daging babi yg tidak dimasak dgn baik, maka larva-larva cacing akan masuk, menempel pada dinding, dan berkembang biak di usus manusia.
3. Cacing-cacing tsb. akan menyedot sari-sari makanan.
4. Akibatnya : anemia (kurang darah), gangguan pencernaan, diare, histeria, mudah kaget, dll

Beberapa macam bakteri yang ada pada daging babi :
Gara-gara babi, virus Avian Influenza (AI)jadi ganas

SEBENARNYA.
1. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia.
2. Virus AI mati dengan pemanasan 60 oC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.
3. Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi & tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1.
4. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia.
5. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000
orang (diberi nama Flu Hongkong).

Demikianlah sekelumit fakta ilmiah mengapa daging babi diharamkam untuk dikonsumsi. Semoga umat Islam memahami hikmah larangan-larangan haram yang difirmankan oleh Allah SWT. Sesungguhnya kajian ilmiah yang terkandung dalam berbagai larangan haram yang tersebut dalam Al-Quran itu sungguh sangat beralasan bila dikaji secara ilmiah berdasarkan ilmu pengetahuan. Semoga tulisan ini bermanfaat!

AQIDAH ISLAMIYAH

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, Kitab-Kitab dan Nabi-Nabi." (QS. Al-Baqarah II: 177).
Arti dan pengertian Aqidah.Kerangka agama Islam pada garis besarnya terdiri dari tiga unsur pokok, yaitu:1. Aqidah2. Syariah, yang terbagi pula kepada ibadah dan muamalah (antar hubungan)3. Akhlak.Yang menjadi pembahasan kita sekarang ialah soal Aqidah.Perkataan Aqidah yang berasal dari kata kerja aqada, artinya menurut ilmu bahasa ialah ikatan, simpulan.Adapun pengertiannya menurut istilah Syariah seperti dirumuskan oleh Prof. Farid Wajdi ialah "tali yang mempertautkan hati dengan Allah SWT." (Dairatun Ma'arif Qurnil 'Isyrin, jilid IV, hal 518).Prof. Mahmud Syaltut, bekas rektor Al-Azhar University beberapa puluh tahun yang lalu merumuskan definisi Aqidah itu sebagai suatu sikap yang perama kali dituntut untuk dipercayai dengan keimanan yang bulat, yang tidak boleh dicampuri oleh syak-wasangka dan tidak dipengaruhi oleh keragu-raguan." (Al-Islam, Aqidah wa Syari'ah, hal 12).Jika kerangka agama Islam diibaratkan seumpama satu bangunan, maka Aqidah itu adalah laksana fondasi yang menjadi landasan dan tumpuan bangunan tersebut.Apabila fondasi bangunan itu dibuat dari beton, maka ia akan berdiri tegak sepanjang zaman dan pada adatnya tidak akan runtuh walaupun digoncang oleh gempa.Hubungan antara ketiga unsur pokok kerangka Islam itu (Aqidah, Syariah dan Akhlak) boleh dikatakan saling berkaitan dan bertautan antara satu dengan yang lain. Apalagi dengan Syariah, yang merupakan sarana pelaksanaan dari pokok-pokok yang digerakkan oleh Aqidah itu.Mengenai hubungan tersebut, dilukiskan lebih jauh oleh Prof. Mahmud Syaltut sebagai berikut:"Posisi Aqidah menurut Islam adalah sebagai pokok yang di atasnya dibina peraturan-peraturan keagamaan (Syariah). Syariah itu adalah hasil yang dilahirkan oleh Aqidah. Dengan demikian, tidaklah ada Syariah dalam Islam tanpa Aqidah, sebagaimana Syariah itu sendiri tidak akan berkembang kecuali di bawah naungan Aqidah.Oleh sebab itu, Syariah tanpa Aqidah adalah laksana bangunan yang bertingkat tanpa fondasi.Aqidah itu tidaklah berlandaskan kepada kekuatan yang abstrak dan tidak bergantung kepada kekuatan yang datang dari luar badannya.Dalam Al-Quran, hal-hal yang bersangkut paut dengan Aqidah itu disebut dengan Iman, sementara yang bersangkut paut dengan Syariah itu disebut amal-sholeh.
Aqidah dan hati nurani.Pada hakekatnya, Aqidah itu bersumber dalam hati nurani. Apa yang dipercayai itu harus dikukuhkan kebenarannya (tasdiq) oleh hati nurani, tidak boleh ragu-ragu. Harus bulat dan mantap.Aqidah Islamiyah mengandung 6 pengakuan dan pengenalan, yaitu:1. Mengenal (ma'rifat) kepada Allah SWT.Mengenal asma-asma Allah (nama-nama Allah) yang mulia dan sifat-sifatNya yang terhormat. Juga mengetahui dalil-dalil tentang Wujud-Nya dan kenyataan-kenyataan sifat-sifat keAgunganNya dalam alam semesta ini.2. Mengenal hal-hal di balik alam semesta ini.Yaitu, alam yang tidak dapat dilihat dengan panca indra. Demikian pula mengenai kekuatan-kekuatan kebaikan yang terkandung di dalamnya yang berbentuk malaikat. Juga kekuatan-kekuatan yang jahat yang berbentuk iblis dan pasukannya dari golongan syaitan. Juga mengenal hal-hal lainnya yang ada di alam ini seperti jin dan ruh.3. Mengenal Kitab-Kitab Suci.Ma'rifat dengan Kitab-Kitab Allah yang diturunkanNya kepada para Rasul, untuk dijadikan pegangan membedakan antara yang haq dan yang batil, antara yang baik dengan yang buruk, antara halal dengan yang haram, antara yang bagus dengan yang keji.4. Mengenal para Nabi dan Rasul.Ma'rifat dengan Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul yang dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi pembimbing tentang petunjuk dan pemimpin semua makhluk menuju kebenaran (haq).5. Mengenal hari akhirat.Ma'rifat dengan hari kemudian dengan segala peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pad saat itu, seperti bangkit dari kubur dan mendapat pembalasan, menerima pahala atau siksa, sorga atau neraka.6. Mengenal qadha atau qadar.Ma'rifat kepada takdir, yang di atas landasannya berjalan peraturan segala yang ada di alam semesta ini, baik yang menyangkut dengan penciptaannya maupun pengaturannya.Pengenalan (ma'rifat) terhadap keenam hal itu, yang lebih umum dikenal dengan rukun Iman, adalah merupakan tonggak utama dari Aqidah Islamiyah.
Pemahaman terhadap isi Aqidah itu berlaku untuk sepanjang masa, sejak dari dahulu sampai ke akhir zaman, tidak berubah-ubah, walaupun berganti zaman dan situasinya.Peranan Aqidah itu amat menentukan sekali dalam membentuk corak hidup manusia, apakah bahagia atau celaka dan sebagainya. Dalam hubungan ini, Sayid Sabiq menyimpulkan:"Aqidah itu merupakan ruh (semangat, jiwa) bagi setiap orang. Dengan berpegang teguh kepada Aqidah itu ia akan menghayati kehidupan yang baik (hayatan thaiyibah). Tanpa Aqidah, mati pulalah semangat dan ruh manusia. Aqidah itu laksana cahaya, apabila tidak memancar, maka manusia akan tersesat dalam liku-liku kehidupan ini dan kemudian akan terjerumus ke dalam lembah kesesatan yang dalam. Selain dari itu, Aqidah tersebut menjadi sumber dari sifat-sifat yang lembut dan kasih sayang, tempat menyemaikan perasaan-perasaan yang halus dan indah, juga menjadi tempat tumbuh budipekerti (akhlak) yang mulia dan utama." (Al-'Aqaidul Islamiyah, hal 11).
Kalimat Syahadat, urat nadi Aqidah.Dua unsur yang merupakan urat nadi Aqidah itu menjadi anak kunci membuka pintu gerbang Islam, untuk diakui menjadi seorang muslim. Dua unsur tersebut ialah ucapan Syahadat, yang artinya:"Saya bersaksi (mengaku) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah Utusan Allah."Pengakuan yang demikian, yang lebih dikenal dengan sebutan Kalimat Syahadat, haruslah diucapkan oleh seorang pemeluk Islam atau orang yang hendak menganut agama Islam. Keislaman seseorang belum syah tanpa mengucapkan kalimat syahadat itu.Kalimat syahadat itu harus diucapkan secara formil dengan lidah (ucapan). Tentu saja pengakuan yang diucapkan itu semestinya sesuai dengan suara dan pengakuan hati nurani sendiri. Tetapi, untuk mengetahui apakah sesuai ucapan dengan getaran hati nurani itu, hal tersebut adalah masuk dalam kompetensi Allah SWT, karena hanya Allah-lah yang tahu setiap isi hati makhluk ciptaanNya.Oleh sebab itu, syarat yang ditetapkan pada tingkat pertama untuk menjadi seorang muslim hanyalah mengucapkan kalimat syahadat itu saja, sedang hakekat yang sebenarnya dalam hati adalah urusan orang yang bersangkutan dengan Allah SWT.Sesudah mengucapkan kalimat syahadat itu, barulah terpikul di atas pundak orang yang bersangkutan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang muslim.Ucapan bahwa tidak ada tuhan selain Allah, mengandung dua aspek pengakuan. Pertama, pengakuan bahwa hanyalah Allah SWT sajalah yang menciptakan makhluk dan mengasuh serta mengatur alam semesta, yang dalam ilmu Aqaid dinamakan Tauhid Rububiyah. Kedua, bahwa hanya Allah SWT sajalah yang harus disembah dan tempat berbakti, yang disebutkan dengan istilah Tauhid Ululiyah.Adapun ucapan bahwa "Muhammad adalah Utusan Allah" mengandung pengakuan akan mengikuti jejak Nabi Muhammad s.a.w. dengan mematuhi segala peraturan-peraturan yang disampaikannya, yang semuanya bersumber dan datang dari Allah Pencipta alam semesta ini. Inilah pengertian konsekuensi kalimat syahadat itu.Dipandang dari sudut perkembangan kejiwaan, maka ucapan kalimat syahadat itu menciptakan perubahan yang radikal dalam alam kehidupan manusia yang bersangkutan. Kalimat syahadat tersebut tak ubahnya sebagai transformator yang memindahkan sesuatu hal dari satu keadaan yang lama kepada keadaan yang baru. Diantaranya, dari seorang yang kafir menjadi seorang muslim; dari seorang yang kotor menjadi seorang yang bersih lagi suci; dari seorang yang tidak percaya menjadi seorang yang beriman; dari seorang calon penghuni neraka yang kekal menjadi seorang calon penghuni surga, dan seterusnya.Dalam pada itu, sebagai konsekuensi ucapan kalimat syahadat itu, dapat pula membawa perubahan yang radikal dalam bidang hukum (yurisprudensi). Umpamanya, apabila meninggal dunia seseorang yang sudah masuk Islam dengan mengucapkan kalimat syahadat itu, sedang anaknya masih memeluk agama lain, maka menurut hukum Islam, anak tersebut tidak berhak menerima harta warisan yang ditinggalkan ayahnya itu. Malah perbedaan aqidah bisa memutuskan hubungan perkawinan antara suami istri. Umpamanya si istri memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, sedang si suami tetap pada agamanya yang lama, maka menurut hukum Islam, mereka tidak boleh lagi hidup sebagai suami istri. Sebab seorang wanita muslimah tidak diperkenankan mempunyai suami non Islam.Dilihat dari sudut jaminan tentang hak-hak asasi manusia, maka orang yang mengucapkan kalimat syahadat itu tidak boleh diperangi, tidak boleh dibunuh, dan harus dilindungi hak diri serta harta bendanya, dan setiap umat Islam harus saling melindungi satu sama lain, walau berbeda suku, ras maupun jenis dan warna kulitnya. Apapun ras, warna kulit, suku bangsanya, bilamana ia beragama Islam, maka ia adalah saudara, dan harus senantiasa saling bantu membantu satu sama lain.
Category: 1 komentar

SUJUD SYUKUR

Dari Abu Bakrah: "Apabila Rasulullah menemukan sesuatu yang menggembirakannya atau disampaikan kepadanya sesuatu berita sukacita, maka beliau melakukan sujud sebagai tanda bersyukur kepada Allah SWT." (Riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmizi).
Sujud syukur - satu upacara tasyakkur.Menurut ketentuan syariah sujud syukur itu adalah satu diantara tatacara mewujudkan rasa syukur kepada Allah sWT.Pada hadist yang dicantumkan di atas dijelaskan, bahwa Rasulullah melakukan sujud syukur itu apabila beliau menemukan sesuatu hal yang menggembirakan hatinya atau mendapat berita sukacita.Memang, dalam situasi yang demikian, sering-sering Rasulullah melakukan sujud syukur itu.Dalam satu hadist yang diriwayatkan dari Sa'ad bin Abi Waqqas, diterangkan, bahwa pada suatu hari Rasulullah melakukan perjalanan dari Mekkah ke Madinah bersama-sama Sa'ad bin Abi Waqqash. Tatkala sampai di suatu tempatyang bernama 'Azwara', mereka berhenti untuk istirahat. Pada kesempatan itu, Rasulullah menadahkan tangan memohonkan doa kemudian beliau sujud, yang berlangsung dalam waktu yang agak lama. Setelah beliau bangkit dari sujud itu, ditadahkannya lagi tangannya ke atas bermohon kepada Allah. Tiga kali beliau melakukan hal itu berturut-turut.Setelah selesai, Rasulullah menceritakan kepada Sa'ad bin Abi Waqqah bahwa dalam sujud dan berdoa itu beliau memohonkan agar ummatnya diberikan syafa'at (pertolongan) oleh Allah SWT di hari akhirat kelak. Tuhan memberikan petunjuk kepada Beliau pada waktu itu, bahwa permohonan beliau itu akan dikabulkan Allah sepertiganya.Karena beliau amat girang sekali atas permohonan yang dikabulkan Allah itu, maka beliau mengerjakan sujud syukur sekali lagi. Dalam sujud syukur kedua itu, ditunjukkan pula kepada beliau bahwa sepertiga syafa'at yang masih ketinggalan, dikabulkan Allah juga.Akhirnya beliau melakukan sujud syukur yang ketiga sehingga ditunjukkan bahwa permohonan beliau diterima secara keseluruhan. (Nailul Authar, oleh As-Syaukani, jilid III, hal 121).Dalam riwayat yang lain diterangkan pula, bahwa pada suatu ketika Rasulullah bepergian bersama seorang sahabat yang bernama Abdur Rahman bin 'Auf. Mereka sampai ke suatu kebun korma dan beristirahat di tempat tersebut. Jarak duduk antara Rasulullah dengan Abdur Rahman agak berjauhan sedikit.Abdur Rahman melihat bahwa Rasulullah sedang melakukan sujud. Karena beliau bersujud lama sekali, maka timbullah kekhawatiran Abdur Rahman kalau-kalau Rasulullah dalam keadaan "bahaya", mungkin wafat dipanggil Tuhan secara mendadak. Dengan buru-buru Abdur Rahman datang mendekati Rasulullah untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Sejenak kemudian, Rasulullah mengangkat kepalanya, bangkit dari sujud dan bertanya kepada Abdur Rahman bin 'Auf: "Ada apakah gerangan, wahai sahabatku, maka Anda kelihatan seperti orang cemas?"Abdur Rahman menerangkan kekhawatirannya itu ,seperti diceritakan di atas. Akhirnya pada saat itu Rasulullah menjelaskan:"Bahwasanya Jibril datang kepadaku dan berkata: Sukakah engkau saya gembirakan? Sesungguhnya Allah berkata kepada engkau: Barang siapa yang mengucapkan salawat atas engkau, maka Allah SWT akan memberikan salawat kepadanya. Barangsiapa yang memberikan salam kepada engkau, maka Allah akan memberikan salam pula kepadanya. Mendengar hal itu, maka Rasulullah terus melakukan sujud kepada Allah sebagai tanda rasa syukur." (Riwayat Ahmad).Dari kedua perbuatan Rasulullah itu jelaslah bahwa sujud syukur itu Sunnah Nabi.
Para sahabat melakukan sujud syukur.Berdasarkan atas sunnah Nabi itu, tidak heran apabila para sahabat sering-sering melakukan sujud syukur itu tatkala mereka mendapat nikmat atau memperoleh berita yang menggembirakan.Khalifah Abu Bakar As Siddik melakukan sujud syukur ketika beliau mendengar bahwa Musallaimatul Kazzab sudah mati terbunuh dalam satu peperangan. Seperti diketahui, Mussallaimatul Kazzab itu adalah seorang yang mengaku dirinya menjadi Nabi dan menjadi musuh utama kaum muslimin di waktu itu.Ali bin Abi Thalib pernah melakukan sujud syukur itu waktu ditemukan jenazah seorang laki-laki kaum Khazraj yang dipandang berjasa dalam perang Nahrawan. Demikian pula, Ka'ab bin Malik, melaksanakan sujud syukur itu tatkala disampaikan kepadanya suatu berita yang amat menggembirakannya, yang menyatakan bahwa taubatnya diterima Allah SWT. (Fighus Sunnah, oleh Sayid Sabiq, jilid II, hal 90).
Tatacara sujud syukur.Sujud syukur itu sebaiknya dilakukan secara spontanitas (seketika) tatkala mendapat nikmat atau menerima berita yang menggembirakan. Umpamanya, ketika mendapatkan keuntungan yang sah dan halal dalam perdagangan, tatkala memperoleh kenaikan pangkat/jabatan dalam pekerjaan, ketika mendapat karunia kelahiran anak, waktu mendengar berita bahwa anak yang dibiayai dengan berhemat dan menabung sudah lulus menjadi sarjana, tatkala terhindar dari bencana dan lain-lain yang harus selalu disyukuri sebagai suatu nikmat yang dikaruniakan oleh Allah. Lebih-lebih lagi kalau berita yang menggembirakan itu mengenai kemenangan dalam mencapai cita-cita yang bersangkutpaut dengan kepentingan umum, yang diperjuangkan dengan pengorbanan yang besar dan berat.Adapun cara mengerjakan sujud syukur itu tidak berbeda seperti mengerjakan sujud tatkala shalat. Hanya syarat-syarat yang diwajibkan dalam mengerjakan shalat, seperti harus mempunyai wudlu (air sembahyang), menghadap kiblat, pakaian yang bersih dari najis, dsb, tidak diisyaratkan dalam melaksanakan sujud syukur itu.Menurut As-Syaukani, juga tidak disyaratkan sujud syukur itu harus dilaksanakan di tempat tertentu, seperti masjid, tapi boleh dilaksanakan pada setiap tempat asal tidak di tempat yang najis atau kotor. Boleh dilakukan di pinggir jalan, di pasar (cari tempat yang lapang dan bersih), di kebun, di pabrik, di tepi pantai, di atas mobil, dan seterusnya.Dalam pada itu, tidak ada bacaan yang khusus pada waktu melakukan sujud syukur itu. Menurut penjelasan Jumhur Ulama (Ulama yang terbanyak), cara melakukan sujud syukur itu ialah dengan mengucapkan takbir lebih dahulu, kemudian sujud, sesudah itu bangkit dari sujud dan terus memberi salam ke kanan dan ke kiri. Ada juga ulama yang berpendapat, tidak perlu dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, tapi cukup dengan bersujud saja, kemudian bangkit dan duduk kembali.
Mensyukuri nikmat.Manusia haruslah mensyukuri nikmat yang dikaruniakan Allah SWT. Nikmat itu banyak macam ragamnya. DikaruniakanNya kepada manusia, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, mulut untuk makan dan berbicara, lidah untuk merasa, hidung untuk membau, tangan untuk bekerja dan berusaha, kaki untuk melangkah, dsb.Tidak cukup dengan alat-alat fisik itu saja, tapi dikaruniakanNya pula akal untuk membedakan antara yang baik dengan yang buruk, rezeki dengan kehidupan, rumah untuk tempat tinggal, istri untuk teman hidup, anak yang menjadi cahaya mata, kesehatan badan dan 1001 macam nikmat yang tidak bisa dihitung jumlahnya.Manusia diwajibkan mensyukuri nikmat Allah SWT itu, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran:"syukurilah nikmat Allah jika kamu sungguh-sungguh menyembah kepadaNya." (QS. An-Nahl XVI: 114).Bersyukur itu adalah semacam manifestasi untuk menyatakan terima kasih kepada Allah SWT. Hal itu harus dilakukan sejalan atas tiga cara atau sikap, yaitu dengan lisan, hati dan anggota badan.Dalam hubungan ini, Profesor Afif Fattah Tabbarah menyimpulkan:"Seseorang yang bersyukur hendaknya lidahnya senantiasa memuja dan memuji Allah karena menyadari betul-betul betapa banyaknya nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya. Hatinya haruslah terpaut mencintai Allah SWT, menghayati kebahagiaan dan kebaikan yang dinikmatinya itu. Anggota badannya haruslah senantiasa sibuk dan taat kepada Allah, melaksanakan perintah-perintahNya." (Ruhud Dienul Islami, hal 170).Pelaksanaan bersyukur itu ialah dengan meningkatkan ketaatan, melaksanakan perintah-perintah Allah, terutama mengerjakan kewajiban-kewajiban pokok (fardhu 'ain), melakukan amal-amal kebaikan dan menjauhi kejahatan-kejahatan serta larangan-larangan Tuhan.
Tabiat manusia yang selalu lalai melakukan syukur.Dalam sejarah manusia, rupanya sudah menjadi tabiat manusia selalu lalai menyatakan syukur kepada Tuhan. Manusia baru akan menyadari nilai nikmat yang dikaruniakan Allah SWT apabila nikmat tersebut pada suatu ketika dicabut Allah darinya.Apabila manusia umpamanya mendapat kecelakaan yang menyebabkan matanya rusak, tidak dapat melihat lagi, atau kakinya atau tangannya patah sehingga lumpuh, barulah saat itu dia menyadari bagaimana nikmatnya mempunyai dua buah mata yang bisa melihat, betapa bahagianya mempunyai kaki dan tangan yang tidak cacat.Seseorang yang berpangkat, atau seorang yang mempunyai kekuasaan, apabila sudah dipecat atau hilang jabatan dan kekuasaannya itu barulah pada saat itu ia menyadari betul-betul betapa nikmatnya kalau menduduki jabatan dan memegang kekuasaan. Tepat sekali peringatan dalam Al-Quran yang artinya:"Sesungguhnya Allah memberikan karunia yang cukup kepada manusia, tapi kebanyakan manusia (mayoritas) tidak tahu bersyukur." (QS. Al-Mukminin XL: 61).
Category: 0 komentar

MEMOHON BANTUAN DARI TUHAN

"Tiada sesuatu juapun yang menjadi urusan engkau tentang mereka! Apakah Tuhan akan memberi ampunan (taubat) atas mereka, ataukah Tuhan akan menghukum (menyiksa) mereka! Memang sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang zalim." (QS. Ali Imran III: 129).
Kembali kepada Tuhan.Setiap kali kaum muslimin menghadapi musibah, tiada lain tempat mereka berhubungan kecuali Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala tenaga dan kekuatan, segala usaha dan siasat akan mereka jalankan untuk menolak datangnya bencana dan bahaya, sambil menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Dengan segala kesabaran dan keteguhan hati, mereka tetap mengharap dan menunggu datangnya keadilan Tuhan, untuk menetapkan barang yang haq (kebenaran) diatas bumi ini, dan membasmi segala kebatilan.Tetapi, manakala segala ikhtiar sudah dilakukan dan seluruh kekuatan sudah ditumpahkan di atas segala medan, maka dengan menengadahkan tangan dengan menyusun jari yang sepuluh, kaum muslimin akan menghadap Tuhannya memohon dengan sepenuh hati supaya turunlah bantuan Tuhan dari segala pintu yang tiada terduga oleh manusia, untuk menghindarkan bencana atau musibah yang akan menimpa itu.Memohon kepada Tuhan itu di dalam tingkatnya yang biasa, dilakukan dengan membaca doa kepadaNya, baik sesudah sembahyang maupun pada setiap saat yang diperlukan mereka. Sebagai sabda Nabi bahwa: "Doa adalah otaknya ibadat", dan sebagai diajarkan Tuhan (Allah):"Mendoalah kepadaKu, pasti Aku memperkenankannya," maka kaum muslimin yakin seyakin-yakinnya bahwa Tuhan mendengar doa mereka, dan balasan Tuhan pasti akan turun atas setiap orang yang berlaku zalim kepada mereka.Jika tingkat bencana atau musibah yang dihadapi adalah besar, melebihi dari kekuatan manusia, maka doa itu ditingkatkan menjadi "QUNUT NAZILAH" yang dilakukan bukan sesudah sembahyang, tetapi di dalam waktu sembahyang, pada rakaat yang terakhir, setelah kembali dari rukuk dan berdiri tegak sesudah membaca "Rabbana lakal hamdu..."
Tidak sembarang musibah Nabi melakukan Qunut Nazilah.Alangkah banyaknya musibah yang menimpa diri Nabi dan ummatnya didalam menjalankan agama Islam yang suci ini. Apalagi selama di Mekkah yang berjalan 13 tahun lamanya, kejahatan kaum Quraisy sudah melampaui batas-batas kemanusiaan. Tetapi tidak pernah satu kali juga Nabi melakukan atau mengajarkan Qunut Nazilah untuk menghadapi musibah itu.Bahkan sampai kepada saat yang paling berbahaya, Nabi lebih suka memerintahkan "hijrah" kepada ummatnya, daripada memohon bantuan Tuhan melalui Qunut itu. Sampai dua kali hijrah mereka lakukan hingga ke Ethiopia, dan beliau sendiri melakukan pula hijrah ke Thaif sebagai seorang pemimpin yang tangguh, yang tidak cepat memohonkan bantuan luar biasa dari Tuhan bila tidak terlalu kepepet (walaupun keadaan beliau saat itu sudah sangat kepepet).Adapun permohonan yang beliau lakukan kepada Tuhan, hanyalah dengan melalui doa, sebagai yang biasa kita lakukan sekarang. Sampaipun kepada musibah yang paling berat, yaitu bersekutunya musuh-musuh Islam untuk membunuh Nabi Muhammad, masih usaha atau siasat manusiawi yang beliau lakukan, yaitu melakukan hijrah umum ke Madinah. Beliau terlepas dari marabahaya, dan ummat Islam dapat berkumpul serta menyusun diri menjadi ummat yang satu setelah berada di Madinah itu.
Qunut Nazilah mulanya terhadap oknum-oknum.Barulah sesudah berada di Madinah, Nabi melakukan Qunut Nazilah, pada waktu tangan dan upaya beliau sebagai manusia tiada dapat menjangkau atau menyingkirkannya. Masih dalam menghadapi perang Badar yang terkenal itu, begitu juga perang perang Uhud, Nabi mulai melakukan Qunut itu. Baik terhadap orang-orang Quraisy yang diharap iman-Islamnya tetapi masih lemah menghadapi tekanan keluarganya, ataupun terhadap penjahat-penjahat Quraisy yang tetap durjana dan merajalela berbuat kezaliman, Nabi memohon bantuan Tuhan untuk melakukan tindakan, menyelamatkan orang yang baik dan menghancurkan orang yang jahat, terhadap mereka yang tidak terjangkau oleh kekuatan beliau.Nabi melakukan Qunut Nazilah, dengan memohonkan doa supaya terhadap oknum-oknum yang jauh itu Tuhan menunjukkan kekuasaanNya. Nabi menyebutkan dalam doa qunutnya (yang artinya):"Oh Tuhan! Selamatkanlah Walid, 'Iyasy bin Abi Rabi'ah, Salamah bin Hisyam dan segala Muslimin yang lemah fisik atau jiwanya yang tidak kuat melakukan siasat dan mencari jalan daripada kejahatan tangannya kaum yang kafir!" "Oh Tuhan! Kutukilah (hancurkanlah) Harits bin Hisyam, Suhail bin 'Amrin, Shafwan bin Umayah, dan kutukilah si Fulan dan si Fulan....!"
Terhadap qunut yang langsung mengenai oknum-oknum atau pribadi-pribadi ini, Tuhan memberi tegoran kepada Nabi Muhammad dengan ayat yang disebutkan di atas. Tuhan mengatakan, bahwa bukanlah urusan kamu, hai Muhammad, tentang pribadi-pribadi itu, baik menyelamatkan orang-orang yang lemah, ataukah mengutuk dan menghukum orang-orang yang jahat. Apakah akan memberi taubat-ampunan, ataukah akan menurunkan hukuman siksaan, adalah menjadi urusan Tuhan semata, meskipun sudah diketahui bahwa penjahat-penjahat Quraisy yang kamu sebutkan itu adalah orang-orang yang zalim semuanya.
Qunut Nazilah bukan terhadap pribadi, tetapi soal umum.Semenjak waktu itu, sudah ada garis yang tegas yang menjadi pegangan Nabi dan segenap kaum muslimin. Qunut Nazilah bukanlah ditujukan kepada oknum-oknum atau pribadi-pribadi tertentu, tetapi adalah soal umum yang menimpa kaum muslimin.Riwayat menceritakan bahwa sesudah perang Uhud, bertubi-tubi terjadi musibah yang menimpa kaum muslimin. Bahkan dalam perang Uhud itu, Nabi pribadi menghadapi musibah yang sangat dahsyat. Mulanya terperosok ke dalam lubang, sehingga orang menyangka bahwa beliau sudah meninggal, Ibnu Qamiah menembak (memanah) beliau, sehingga ketopong besi yang menutup muka beliau berlumuran darah karena pecahan itu. Datang lagi 'Atabah bin Abi Waqqash yang memanahnya sehingga pipi beliau bagian kiri dan kanan, serta bibir beliau luka lecet mengeluarkan darah. Dan akhirnya beliau terjerembab masuk lubang sebagaimana diceritakan di atas.Barulah datang para sahabat mengangkat beliau. Ali bin Abi Thalib menarik tangan beliau dan Thalhal bin Ubaidillah mengangkatnya, sehingga keluar dari lubang itu. Begitu beliau dapat diselamatkan, silih berganti musuh menyerang beliau, sehingga tidak kurang dari 70 tusukan pedang yang melukai badan beliau. Dalam saat yang kritis itu, para sahabat membentengi Nabi bagaikan dinding tembok yang tidak dapat ditembus, termasuk diantaranya seorang wanita yang gagah berani. Sesudah musuh pergi dan Nabi tersadar kembali di hadapan Salim maula Abi Huzaifah, Nabi berkata:"Bagaimana akan selamat kaum Quraisy yang berbuat seperti ini terhadap Nabi mereka, yang tugasnya hanyalah memanggil mereka kepada Tuhan mereka!"Pada waktu itu, ayat Tuhan yang kita sebutkan di atas turun lagi menghibur hati Nabi, bahwa menjadi urusan Allah tentang soal mereka, apakah akan diberi taubat ataukah akan disiksa/Sampai sebegitu jauh, Nabi tidaklah mempergunakan Qunut Nazilah. Tetapi setelah terjadi musibah yag mengenai segenap kaum muslimin, barulah Nabi melakukan Qunut itu.Sejarah menyebutkan ada 3 musibah yang berturut-turut menimpa kaum muslimin:1. Korban syuhada dalam perang Uhud pada pertengahan Syawal 3 Hijriyah, berjumlah 71 orang.2. Korban utusan ke "Raji" yang berjumlah 10 orang di bawah pimpinan 'Ashim bin Tsabit Anshari, yang terbunuh sebanyak 7 orang di tangan 100 pemanah musuh, sedang 3 orang lagi mereka tangkap dan ditawan. Terjadi pada akhir tahun 3 Hijriyah.3. Korban utusan juru dakwah di telaga Ma'unah sebanyak 70 orang di bawah pimpinan Munzir 'Amrin Anshari yang dikirim Nabi pada bulan Shafar 4 Hijriyah. Mereka dipanah habis oleh para ahli panah yang dipimpin oleh 'Amir bin Thufail, kecuali hanya satu orang yang masih megap-megap hidupnya yaitu Ka'ab bin Zaid.Terhadap segala musibah yang berturut-turut menimpa terjadinya ini, maka Nabi telah membacakan doa Qunut Nazilah selama 1 bulan lamanya. Menurut hadist Bukhari dari Anas bin Malik, bahwa Nabi telah membaca Qunut Nazilah pada setiap waktu sembahyang selama satu bulan berturut-turut.
Musibah yang menimpa umat.Sebagaimana dikatakan pada permulaan tulisan ini, bahwa kaum muslimin dalam setiap kali menghadapi musibah, baik besar ataupun kecil, maka tidak ada tempat kembali kecuali kepada Tuhan. Segala usaha dan siasat harus dijalankan untuk menolak musibah itu, sambil bermohon diri kepada Tuhan. Dalam musibah yang biasa maka permohonan dilakukan dengan membaca doa di dalam sembarang waktu yang diperlukan.Manakala musibah sudah meningkat begitu pesatnya dan kesialan begitu mendera, dan menimpa banyak orang, maka permohonan dapat dilakukan dengan Qunut yang dinamakan Qunut Nazilah. Banyak macamnya musibah besar yang menimpa kaum muslimin, yang kadang kala secara manusiawi tidak kuat dalam menghadapi cobaan atau musibah dan tak kuasa untuk berusaha menghindar. Apalagi kalau musibah itu mengenai "AQIDAH" yang menjadi keyakinan kaum muslimin.Mengikuti sunnah Nabi yang berlaku, di dalam menghadapi setiap musibah besar yang tidak cukup tenaga dan daya manusiawi untuk menghindarinya, maka marilah kita berserah diri kepada Tuhan, membacakan Qunut Nazilah, dengan memohon semoga kita terhindarkan dari musibah besar itu dan diselamatkan langsung oleh Tuhan. Semoga kita semua mendapat pencerahan dan tidak mudah putus asa! Amin..
Category: 0 komentar

NABI MUHAMMAD - SANG PEMIMPIN TELADAN

"Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu adalah menjadi suri tauladan yang baik bagi kamu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan (rahmat) Ilahi dan (kedatangan) hari kiamat dan orang-orang yang senantiasa ingat kepada Allah." (QS. Al-Ahzab XXXIII: 21).
Sejak dari abad ke abad telah lahir pemimpin-pemimpin di tengah-tengah berbagai-bagai kaum dan bangsa, baik yang khusus diutus Tuhan sebagai Rasul atau Nabi maupun yang dilahirkan dengan bakat kepemimpinan.Hampir semua Rasul/Nabi atau pemimpin-pemimpin itu titik berat tugas yang dilaksanakannya hanya terbatas pada satu atau dua-tiga bidang kepentingan kehidupan, umpamanya di bidang agama, atau politik saja, atau ekonomi saja, atau kebudayaan saja dan lain-lain.Tidak ada yang meliputi semua bidang yang sifatnya menyeluruh, all round. Berbeda halnya dengan kepemimpinan Nabi Muhammad s.a.w.Mengenai kepemimpinan Rasulullah itu, dilukiskan oleh Abul A'la Maududi, sebagai berikut:"Adapun pada diri Nabi Muhammad saw terhimpun dan terpusat semua sifat-sifat kepemimpinan yang diperlukan, Beliau adalah seorang Ahli Hikmat, tapi beliau juga seorang pelaksana dari ajaran-ajaran yang dikembangkannya, seorang negarawan yang ulung, seorang prajurit yang luar biasa (jenius). Beliau adalah seorang pengatur dan pencipta undang-undang (legislator), seorang pembina moral dan akhlak. Dia adalah seorang pembina kerohanian ummat, disamping menjadi pemimpin agama. Pandangan beliau jauh menembus ufuk cakrawala kehidupan.Perintah-perintahnya meliputi semua bidang kehidupan, sejak dari masalah-masalah kecil yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sampai kepada soal-soal yang bersifat internasional.Akhirnya Maududi menyimpulkan:"Nabi Muhammad adalah satu-satunya contoh kepemimpinan yang lengkap, dimana semua keunggulan/keistimewaan terkumpul dalam diri seorang pribadi." (He is the only example where all excellences have been blanded into one personality). (The Prophet of Islam, hal 25).Baiklah dikemukakan di sini secara singkat tentang kepemimpinan Rasulullah dalam beberapa bidang supaya bisa menjadi tauladan bagi kita semua.1. Nabi Muhammad sebagai pemimpin agama.Beliau mengembangkan agama yang menjadi landasan dalam kehidupan ummat manusia, tak ubahnya laksana fondasi dari satu bangunan. Landasan itu ialah TAUHID, yaitu kepercayaan yang bulat dan mutlak terhadap ke-Esaan Allah SWT dan hanya kepada Allah SWT sajalah manusia wajib berbakti dan menyembah. Sebagian besar ummat manusia pada waktu itu tidak murni lagi kepercayaannya. Sebab di samping percaya kepada Allah, mereka percaya pula kepada tuhan-tuhan yang lain, malah ada yang menyembah patung-patung dan berhala-berhala. Ada pula yang percaya kepada pengaruh udara, matahari, bulan, bintang dan lain-lain yang mereka anggap menentukan keadaan dan nasib mereka. Apabila ditimpa kesusahan, mereka minta tolong kepada patung-patung, kalau mendapat nikmat, mereka memuja-muji berhala-berhala."Kekacauan" dalam bidang kepercayaan ini membawa pengaruh yang "kacau" pula dalam membentuk pandangan dan sikap yang buruk terhadap bidang-bidang kehidupan lainnya.Dengan ajaran Tauhid ini yang beliau ajarkan dan mantapkan kepada ummatnya dalam masa lebih kurang 13 tahun, akhirnya merupakan sumber yang memancarkan kemurnian, kekuatan yang mampu mengubah sikap hidup dan cara pikir ummat manusia pada waktu itu sesuai dengan pokok-pokok misi yang dijalankan oleh Rasulullah (Muhammad).Sebagai pemimpin agama, maka titik awal dan titik berat ajaran yang dikembangkan oleh beliau ialah menanamkan Tauhid, yang dalam Al-Quran disebutkan dengan predikat "Syaratun-thaiyibah" ; yaitu pohon yang baik, yang memenuhi syarat-syarat untuk hidup dan memberikan kehidupan.Apabila pohon Tauhid itu sudah tegak, kecuali dia kelihatan indah, daunnya yang rindang dapat dijadikan tempat berteduh di panas yang terik, buahnya bisa dinikmati kelezatannya, pun mahapenting ia berdiri tegak dan mantap (istiqamah), tidak bergoncang ditiup angin taufan sekalipun, sebab akarnya telah tertancap jauh ke dalam bumi (iman yang kuat dan kokoh).
Nabi Muhammad sebagai negarawan.Setelah Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tenaga inti yang sudah terlatih dan terseleksi, yaitu kaum Muhajirin, dibantu oleh kaum Anshar, maka dalam masa kurang lebih 10 tahun, satu masa yang relatif pendek, Rasulullah telah berhasil membangun satu pemerintahan Islam, DAULAH ISLAMIYAH, yang lengkap memenuhi unsur-unsur yang diperlukan dalam membangun dan mengembangkannya.Dalam segala bidang kehidupan, Rasulullah melaksanakan essensi dari pokok-pokok kehidupan suatu negara dan ummat, yang dalam kehidupan demokrasi beberapa abad kemudian terkenal dengan istilah: kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan (liberte, egalite, fraternite).Ajaran Islam memberikan hak-hak kemerdekaan kepada pemeluknya yang menjadi warganegara DAULAH ISLAMIYAH yang baru dibangun pada masa itu. Kemerdekaan berpikir dan kemerdekaan melahirkan pendapat dalam pemerintahan senantiasa dikembangkan oleh negarawan yang bernama Muhammad. Di samping itu, baik melalui ketentuan-ketentuan dalam pemerintahan maupun dalam sikap dan pergaulan sehari-hari, beliau mengembangkan ruh dan semangat persamaan serta persaudaraan. Beliau menghapuskan perbedaan-perbedaan karena keturunan, kekayaan, kebangsaan, perbedaan warna, dan kulit serta lain-lain sebagainya, sehingga orang-orang asing seperti Salman Al Farisi yang berkebangsaan Persia, diberikan kedudukan dan memegang peranan yang penting dalam pemerintahan Islam. Dalam pergaulan dan urusan-urusan keagamaan, seorang yang berkulit hitam dan tadinya pernah menjadi budak seperti Bilal bin Rabah, mendapat kedudukan sesuai dengan kemampuannya dan loyalitasnya.Walaupun kepemimpinan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai utusan Allah (Rasulullah) senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk Ilahi, tapi mengenai pelaksanaan sesuatu hal yang tidak ditetapkan oleh wahyu, beliau selalu bermusyawarah dengan para pembantunya serta para sahabat pada umumnya, sesuai dengan garis-garis yang ditetapkan oleh wahyu Ilahi, yang memerintahkan:"Bermusyawarahlah dengan mereka dalam beberapa urusan." (QS. Ali Imran III: 159)."Urusan-urusan mereka haruslah (diputuskan) dengan musyawarah diantara mereka sendiri." (QS. As-Syura XLII: 38).
Nabi Muhammad sebagai pembangun moral.Salah satu faset lainnya kepemimpinan Rasulullah ialah tentang misi beliau sebagai pembangun moral, akhlak dan budi pekerti. Malah justru membangun moral itu merupakan tugas beliau yang utama, seperti dinyatakan oleh Rasulullah sendiri:"Saya diutus (titik beratnya) ialah untuk menyempurnakan (membangun) akhlak yang mulia." (Riwayat Imam Malik).Akhlak itu menjadi mustika (intan-permata) yang memantulkan cahaya yang berkilau-kilau dalam kehidupan manusia. Tak ubahnya laksana kembang bunga di dalam suatu taman yang menambah keindahan taman tersebut bila dipandang mata.Segala sifat-sifat dan watak yang baik, terpuji, mulia dan yang seumpamanya adalah termasuk dalam rangkaian akhlak itu. Misalnya saja sifat-sifat: rendah hati (tawadhu'), penyantun, ramah tamah, pemaaf, penyabar, sopan santun, ulet, sederhana, jujur, amanah, cerdas (fathanah) dan berpuluh-puluh sifat lainnya.Imam Gazali menyatakan bahwa tidak kurang dari 36 akhlak yang menghiasi kehidupan Rasulullah. (Ihya' Ulumuddin, jilid IV, hal. 353 s.d. 363).Budipekerti yang mulia itu lebih dahulu diterapkan dan ditunjukkan oleh Rasulullah sendiri dalam pergaulan sehari-hari, sehingga tidak heran apabila akhlak beliau itu laksana magnet yang mampu menarik jarum yang berserakan di sekitarnya. Ucapan-ucapan beliau sesuai dengan sifat dan tingkah lakunya, sesuai kata dengan perbuatan.Akhlak Rasulullah itu telah berhasil melembutkan hati manusia yang kesat, menundukkan sikap yang kasar, menimbulkan respek dan simpati orang banyak, menambah kecintaan orang-orang yang miskin, meyakinkan kaum wanita atas perlindungan yang diberikannya dan lain-lain sebagainya.Dalam hubungan dengan pengaruh akhlak dan sifat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, disimpulkan oleh Abdur Rahman 'Azzam, bekas sekjen Liga Arab beberapa puluh tahun yang lalu, sebagai berikut:"One of the most important aspects of this revolution was the moral and spiritual transformation which Muhammad examplified in his deeds and personality and in the principles he advocated in accordance with the letter and spirit of his message."Maksudnya:"salah satu aspek yang paling penting dari perubahan (revolusi) itu ialah penjelmaan akhlak dan jiwa yang diterapkan oleh Muhammad dalam perbuatan dan kehidupan pribadinya dan dalam prinsip-prinsip yang dipertahankannya sesuai dengan kata-kata dan semangat ajaran yang menjadi poko tugasnya." (The Eternal Message of Muhammad, hal 77).Keluhuran akhlak Rasulullah itu telah mendapat pujian dan bimbingan khusus dari Allah, seperti dinyatakan dalam Al-Quran (yang artinya):"Dan sesunguuhnya engkau (Muhammad) benar-benar mempunyai budipekerti yang agung." (QS. Al-Qalam LXVIII: 4).Demikianlah 3 faset diantara sekian banyak sifat-sifat kepemimpinan Rasulullah.Subhanallah!
Category: 0 komentar

NABI MUHAMMAD S.A.W. MEWARISKAN UMMAT YANG MEMBANGUN

"Kamu adalah sebaik-baik ummat yang ditampilkan ke tengah-tengah ummat manusia, dengan tugas untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar yang didasari iman kepada Allah. Dan andainya beriman orang-orang Ahli Kitab, sesungguhnya adalah teramat baik sekali untuk mereka. Tapi sayang, sebagian mereka beriman dan kebanyakan mereka bersikap fasik." (QS. Ali Imran III: 110).
Pendahuluan.Merajalelanya kerawanan dan kericuhan dalam kehidupan di permukaan bumi ini, adalah karena banyaknya bertebaran kemunkaran di mana-mana. Kemudian kekurangan tumbuh dan tegaknya apa yang dimaksud Islam dengan istilah al ma'ruf di setiap sektor kehidupan, itulah pula yang menyebabkan dunia senantiasa dalam keributan, bencana dan huru-hara.Merajalelanya kemungkaran dan kekosongan alma'ruf dalam kehidupan manusia, adalah karena habisnya gairah terhadap alma'ruf, dan almungkar. Dan ini adalah akibat satu-satunya dari kekosongan jiwa dan batin manusia dari cahaya iman kepada satu zat Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, seperti ditegaskan dalam Al-Quran:"Maka di kala mereka telah lupa akan peringatan yang telah disampaikan kepada mereka, segera kami bukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al-An'am VI: 44).Sebelum vonis Allah tiba - maka itulah hikmah rahasianya pelaksaan tugas amar ma'ruf dan nahi munkar itu harus dilandasi dengan iman kepada Allah.
Ummat baru, jiwa dan tugasnya.Selama masa 23 tahun saja, Nabi Muhammad s.a.w. selesailah membangun satu ummat, ummat baru yang belum pernah lahir ummat serupa itu sebelumnya. Yaitu satu ummat yang berjiwa terang cemerlang oleh sinaran iman, suci dan tangguh kepercayaan dan keyakinannya dan bersih dari keragu-raguan dan kekhurafatan, yang sering menyimpang dan menyelewengkan otak dan pikiran manusia.Kemudian barulah Nabi Muhammad mengisi jiwa ummat itu dengan tugas-tugas hidupnya di dunia ini, setelah menempa jiwanya buat apa ia maka dihadirkan Allah ke alam kehidupan ini dan sesudah itu apa tujuan terakhir baginya hidup di dunia yang luas terbentang ini.Sebab itu pada saat tugas membangun ummat itu berakhir dan dikala sejenak lagi Muhammad harus pergi menghadap Ilahi, Allah SWT menurunkan wahyu (yang artinya):"Pada hari ini Aku lenyapkanlah bagi kamu apa yang akan menjadi agamamu. Di samping itu Aku sempurnakanlah nikmatKu untuk kamu sebagai tanda kasih sayangKu kepadamu. Kemudian Kurestuilah Islam itu menjadi agama kamu." (QS. Al-Maidah V: 3).Walaupun di waktu Muhammad pergi itu baru sedikit sekali ummat baru itu dan hanya didapati pada beberapa penjuru bumi saja, namun sepeninggalnya jumlah tersebut senantiasa bertambah, demikian pula tempat-tempat dan negeri-negeri yang dijelajahinya semakin luas. Bahkan sampai ke abad ini, statistiknya selalu menunjukkan pertambahan dan perluasan, meskipun banyak usaha-usaha yang giat untuk menghambat dan mengucilkan Islam. Dan di kurun terakhir dewasa ini ummat Islam itu sudah demikian besarnya, walau belum mencapai ummat terbanyak satu-satunya di seluruh dunia atau belum meningkat menjadi mayoritas dari penduduk bumi. Dan bukanlah hanya imajinasi dan fantasi, apabila di sini dikatakan, dengan memperhatikan situasi dan kondisi dunia dewasa ini pun dengan memperhatikan kepribadian ummat hasil didikan Muhammad itu sendiri, berkat ajarannya, besar sekali kemungkinan, ummat Islam akan mencapai jumlah mayoritas penduduk planet ini. Maka kendatipun jumlah itu tetap seperti yang sekarang tampak, Muhammad telah mewariskannya pada dunia. Muhammad telah mengembangkannya kepada bumi ini untuk dipakai dan dipergunakan dunia bagi kepentingan dan kemaslahatan ummat manusia. Sebagai ummat Islam, maka wajiblah kita untuk mengemban tanggung jawab dakwah yang diwariskan beliau kepada kita para ummatnya, agar senantiasa rajin menyebarkan dakwah Islam dengan kasih sayang, persahabatan, dan cinta kepada seluruh ummat manusia di dunia. Hanya dengan cinta dan persahabatan, maka Islam akan dengan mudah menyebar dan merasuk ke setiap sanubari ummat manusia. Walau lambat namun pasti, perjuangan untuk menyebarkan agama Islam ke segenap pelosok wilayah dunia pastilah akan memperoleh hasil dan pertambahan, sehingga suatu saat nanti Islam akan menjadi agama mayoritas.
Ummat Islam terpilih mengayom tugas.Ummat Islam sebagai ummat terpilih dan ummat yang mendapat tauladan dari Muhammad, telah tersebar di segenap penjuru dunia, walau telah hampir 15 abad telah ditinggal wafat oleh Sang Rasul (Muhammad), namun landasan jiwanya tidak tergoncangkan dan titik tolak serta titik tujuan tetap tidak berubah, yaitu menyebarkan dan mengabarkan kebenaran ke seluruh penjuru dunia untuk menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan semesta alam.Landasan jiwanya masihlah tentang Tauhid, sedang titik terakhir tugasnya masih dijuruskan kepada terciptanya keimanan dan peribadatan kepada Allah."Dan sesungguhnya inilah ummat kamu, yakni ummat yang satu, dan Aku - Allah - adalah Tuhan kamu semua, maka mengabdi, beribadahlah kamu kepadaKu!" (QS. Al-Anbiya XXI: 92).Dengan suatu interpretasi, bahwa penduduk dunia hendak diusahakan menjadi satu ummat, kendatipun bangsa dan sukunya berbagai macam, yaitu menjadi ummat Islam, di mana oleh ummat yang telah menjadi satu itu, Allah-lah yang berkedudukan sebagai Tuhan keseluruhannya. Sedang tugas keseluruhan yang satu-satunya hanyalah beribadah, mengabdi kepada Allah saja.Dapatlah dari cita-cita ini disambut dan diterima oleh dunia bagi kebaikan dan kemaslahatan dunia itu sendiri, demi untuk menyelesaikan kemelut dari problema dunia yang maha musykil. Sebab rasanya tidak ada alternatif lain untuk mendamaikan, mengamankan dan menentramkan kekacauan dan huru-hara dunia ini, setelah melalui jalan lewat persatuan, perjanjian dan sekian macam banyak perjanjian (verdrag) dan charter dari segi politis, ekonomis, militer, sosial, dan kebudayaan, selain dari ide dan cita-cita yang sejak semula telah ditugaskan Muhammad kepada ummat Islam. Yaitu dengan melalui persatuan diri dalam satu ummat yang menuhankan Allah dengan kewajiban beribadah, mengabdi kepadaNya saja.Akhirnya, dalam hal ini ummat Islam haruslah lebih menghayati tugas penting yang mulia itu dengan segala ketegasan dan kebijaksanaan, agar mereka lebih mengetahui kedudukan mereka, sebagai khairu ummah, ummat pilihan, yang sengaja ditampilkan ke tengah-tengah manusia di dunia. Tugas mereka ialah berjihad secara damai diatas landasan iman kepada Allah bagi melaksanakan adda'wah ilal khair, mengajak dan menarik kepada kebaikan, dengan menjalankan amar ma'ruf dan nahi munkar, secara giat dan tekun. Juga berjihad secara damai dan cinta kasih dengan sungguh-sungguh dan kontinyu sebagai ummatan wasathan, ummat yang senantiasa mengusahakan keseimbangan dalam segala bidang kehidupan demi kemaslahatan bersama.Selama masih berdiri dalam pasukan ummat Islam, itulah tugas yang harus diayom dan memang Allah cuma menjatuhkan pilihan kepada ummat Islam untuk melaksanakan jihad penyebaran agama ini secara damai dan cinta kasih kepada semua umat manusia yang belum memeluk agama Islam, meluruskan jiwa-jiwa yang sesat agar mendapat petunjuk dan cahaya Islam, cahaya Allah yang terang, demi kebahagiaan dunia maupun akhirat."Wahai orang-orang beriman, rukuklah, sujudlah dan beribadahlah kepada Tuhan kamu serta lakukanlah kebaikan, agar kamu beroleh kemenangan. Untuk itu berjihadlah kamu pada Allah secara sebenar-benarnya jihad. Ialah Allah itu yang memilih kamu untuk melaksanakannya." (QS. Al-Haj XXII: 77-78).
Dunia pantas berterima kasih pada ummat Islam.Menimbang demikian indah ide dan cita-cita ummat Islam yang diwariskan oleh Muhammad - Rasul terakhir di muka bumi ini, yang selalu mengarah kepada alkhair yang menjalankan amar ma'ruf dan nahi munkar, maka pada hakekatnya, orang di luar Islam (ghairu Islam), atau dunia seluruhnya seyogyanyalah berterimakasih kepada ummat Islam karena telah berusaha mengarahkan mereka ke jalan yang benar, menuju cahaya Tuhan yang terang, dan menghindarkan mereka dari siksa api neraka di akhirat kelak.Tapi, meskipun orang di luar Islam (non-Islam) atau dunia umumnya tak juga berterima kasih, namun ummat Islam akan terus melaksanakan adda'wah ilal khair, akan terus dan tetap menjalankan amar ma'ruf dan nahi munkar, karena ia adalah tugas berupa ibadah pengabdian kepada Allah semata, menjelang hidayah dan taufik Allah tiba kepada mereka.
Category: 0 komentar

SEORANG MUKMIN DENGAN ILMU DAN HARTANYA

"Bahwasanya Nabi Muhammad saw pernah berkata: Seorang hamba yang dikaruniai Allah harta dan ilmu, maka dia berusaha dengan karunia itu memperkuat taqwa kepada Tuhannya, menghubungkan silaturrahminya dengan yang lain, dan berbuat amal yang benar (haq) karena Allah SWT, maka hal ini adalah kedudukan yang amat mulia." (Riwayat Tirmizi dari Abi Kabsyah Al Anshari).
Rezeki yang melimpah ruah.Sungguh banyak sekali nikmat dan rezeki yang telah dilimpahkan Allah kepada hambaNya. Sedemikian banyaknya sampai kita tak mampu menghitungnya (bahkan sampai ada yang kufur nikmat, tidak menyadari apa yang telah ia nikmati selama ini adalah semata-mata berasal dari Allah). Maha benar Allah yang menyatakan dalam firmanNya (yang artinya):"Dan Allah telah memberi kamu setiap apa yang kamu perlukan (minta). Dan andai kamu hitung akan nikmat Allah kepada kamu, pastilah kamu tak mampu menjumlahkannya. Sesungguhnya manusia itu jualah yang zalim dan ingkar." (QS. Ibrahim XIV: 34).Diantara rezeki dan nikmat itu yang amat menonjol sekali diinginkan manusia adalah harta dalam segala bentuknya. Sebab dalam realitasnya, hartalah yang demikian cepat dan secara spontan dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Tidak heran apabila manusia begitu giat dan gigih mencari dan mengusahakan harta. Hampir seluruh kebutuhan hidup ini baru dapat ditanggulangi dengan harta. Menurut pandangan dan pertimbangan apa pun juga, mencari harta adalah halal dan sebagai suatu keharusan hidup, selama usaha itu tetap di atas landasan kewajaran dan kepatutan, senantiasa dalam batas-batas kebolehan menurut hukum moral dan akhlak, hukum peri kemanusiaan yang fithri, istimewa menurut hukum Allah Rabbul Alamin.Rezeki dan nikmat yang kedua, yang juga amat dibutuhkan oleh manusia dalam hidupnya adalah ilmu, terutama bagi orang yang memahami nilainya. Sebab cukup logis, ilmu dapat digunakan untuk memudahkan dan melapangkan jalan untuk mencapai harta. Kenyataan hidup menunjukkan betapa sulit dan rumitnya orang beroleh harta bagi kebutuhannya, bila orang itu tidak dikaruniai rezeki berupa ilmu dan hikmah.Islam melalui Al-Quran dalam hal ini mensinyalir di akhir ayat 11 surat Mujadalah:"Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang mukmin dan orang-orang yang diberi ilmu naik beberapa tingkat."Bahkan Allah SWT menegaskan:"Allah memberikan hikmah (ilmu) kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan barangsiapa yang dilimpahi hikmah, berarti sesungguhnya ia telah diberi kebaikan yang amat banyak." (QS. Al-Baqarah II: 269).selain dari itu ada lagi nikmat yang amat diperlukan oleh manusia dalam hidupnya, bahkan nilai-nilainya lebih tinggi dan lebih berpengaruh, yaitu kesehatan. Demikian tinggi dan pentingnya, sampai ialah yang akan menentukan harga nikmat harta dan ilmu. Tidak akan ada artinya harta dan ilmu di tangan orang yang tidak sehat, yang sering sakit-sakitan dan dirongrong oleh penyakit. Bahkan bisa jadi akibat sering sakit, maka ludeslah semua harta benda yang dimilikinya untuk biaya berobat. Apabila orang dihadapkan untuk memilih antara harta, ilmu dan kesehatan, maka sudah barang tentu pilihan pasti jatuh kepada kesehatan. Biarlah tidak punya harta dan ilmu, tapi badannya sehat segar bugar. Dan orang yang akan dihadapkan kepada keraguan untuk memilih antara harta dan ilmu, maka sebaiknya ia memilih ilmu, karena apa artinya harta, kalau hanya menjadi bulan-bulanan orang yang berilmu. Orang bodoh yang berharta banyak akan dengan mudah kehilangan hartanya bila ia mudah percaya dan diperdaya oleh orang yang berilmu. Tapi ada juga yang memilih harta, dengan alasan apalah artinya ilmu di tangan seorang yang miskin, sengsara dan kelaparan. Di samping harta, ilmu dan kesehatan, maka banyak juga yang memandang bahwa kecantikan atau kerupawanan adalah satu rezeki dan nikmat yang dibutuhkan pula. Satu sajapun diantara empat itu dapat dimiliki seseorang dalam hidupnya, sudah dapat mengantarkannya ke arah kehidupan yang menggembirakan, bila ia pandai bersyukur dan pandai-pandai mengelola dan memanfaatkan segala nikmat yang ia miliki. Apalagi bila seseorang bisa memiliki semuanya, maka lengkaplah kebahagiaannya karena itu adalah puncak kenikmatan atas karunia yang diberikan oleh Tuhan.
Mempergunakan rezeki.Setiap makhluk yang telah diciptakan oleh Sang Khaliq (Allah) untuk hidup sementara di dunia ini, semuanya memperoleh rezeki yang 4 macam itu seperti yang telah diterangkan di atas, tak ada yang tidak kebagian. Bedanya cuma tentang banyak dan sedikitnya, lengkap kurangnya, itu saja. Itu adalah keadilan dan kerahiman Allah saja, sebab tidak hanya berkuasa mencipta dan menjadikan saja, tapi Ia (Allah) juga bertanggungjawab kepada makhluk yang dijadikanNya di bidang rezeki.Cuma rezeki itu tidak datang begitu saja. Ia harus diusahakan dan dicari. Tugas mengusahakan dan mencari rezeki itu sudah dilaksanakan seluruh manusia, terkadang tanpa disuruh sekalipun. Pembawaan dan sifat tabiat manusia dengan sendirinya telah mendorong masing-masing. Hasil dari usaha dan pencaharian itu erat hubungannya dengan kesungguhan dan ketekunan seseorang, dalam hal ini Allah menegaskan (yang artinya):"Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." (QS. An-Najm LIII: 39).Kemudian Allah mempersilahkan:"Ia telah menjadikan bumi itu mudah bagi kamu. Maka berjalanlah di semua pelosoknya dan makanlah sebagian dari rezekiNya. Tapi ingat, kepadaNya kamu akan kembali." (QS. Al-Mulk LXVII: 15).Sesudah berusaha dan mencari, sekian banyak diantara manusia cuma beroleh sederhana, hanya sedikit, malah banyak pula yang terus menerus dalam kekurangan. Tapi ada pula diantaranya yang beroleh banyak dan malah berlebihan sampai melimpah-limpah. Kepada golongan yang belakangan inilah tulisan ini kita hidangkan, agar rezeki itu menjadi rezeki yang baik, suci, diberkahi dan diridhai Allah SWT, banyak manfaatnya dalam kehidupan dunia dan akhirnya menjadi sebab kebahagiaan kelak di akhirat.Dalam hal ini, selain agar yang beruntung beroleh rezeki yang banyak itu jangan menjadi pengumpul harta, lalu menghitungnya saja, kemudian menyimpan dan menguncinya dalam lemari besinya dan tiada melimpah lagi keluar. Kemudian kiranya mereka jangan sampai tergolong ke barisan "Al-hakumut-taka-tsur", orang-orang yang cuma terperdaya oleh keinginan dan ketamakan ingin berharta yang tiada habisnya, yang tetap berfilsafat, bahwa mana bisa bertambah banyak, apabila yang sudah terkumpul itu sering-sering dikurangi, karena yang dikeluarkan itu bukan untuk bisnis, hanya untuk sosial dan amal saleh belaka. Maka celakalah mereka yang dalam hitungnya suka menghitung-hitung untung ruginya dalam berbuat kebaikan, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang terperdaya oleh fatamorgana keindahan duniawi.Dari hadist di atas dapatlah disimpulkan tiga perkara, sebagai berikut:1. Supaya harta dan ilmu itu dipakai dan digunakan untuk dan memperkuat taqwa kepada Allah, Tuhannya. Semakin menyadarkannya, bahwa harta dan ilmu itu tidak lain dari kurnia yang difasilitaskan Allah kepadanya, dengan suatu maksud yang tertentu dariNya. Sebab itu harta tersebut haruslah dipakai, dipergunakan dan dibelanjakannya dengan cara dan kepada jalan yang diridhai oleh Pemberinya, yaitu Allah SWT, dan bukan hanya ditumpuk dan dihitung-hitung demi kepuasan nafsunya belaka.2. Supaya harta dan ilmu dipakai dan dipergunakan untuk menghubungkan silaturahmi dengan sesama manusia, lebih erat dan kuat, bukan menyebabkan menjadi renggang, retak dan putus silaturahmi. Menyebabkan ia semakin kasih dan sayang kepada sesama manusia, hingga iapun dengan sendirinya akan dikasihi dan disayangi oleh semua orang, dan bukan sebaliknya, harta dan ilmu itu membuat orang marah dan benci kepadanya.3. Supaya harta dan ilmu itu dipakai dan dipergunakannya untuk menegakkan amal-amal yang haq (hak), amal-amal yang bermanfaat bagi kebaikan dan kepentingan masyarakat dan pergaulan hidup bersama, dengan nawaitu (niat) karena Allah, sebagai jasa baiknya dalam hidup, dimana imbalannya kelak akan diterimanya di sisi Allah SWT.
Category: 0 komentar

HAJI DAN QURBAN

"Sesungguhnya rumah beribadah yang mula-mula dibangun untuk manusia ialah Baitullah yang (terletak) di Bakkah (Mekkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu), menjadi amanlah dia. Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban berhaji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali Imran III: 96-97).
Rumah suci pertama.Semenjak dari zaman purbakala, Allah SWT sudah memerintahkan untuk membangun rumah suci tempat manusia melakukan ibadah di Bakkah (kota Mekkah sekarang). Bukan terhitung dari zaman Nabi Ibrahim a.s. saja, namun sejak dari zaman nabi Adam, sudah ada rumah suci yang dinamakan Baitullah itu. Malah menurut keterangan Ali bin Abi Thalib, sebelum zaman Nabi Adam, Allah sWT telah memerintahkan kepada malaikat membangun rumah suci tersebut di muka bumi ini, yang kemudian dipergunakan oleh para Nabi melakukan thawaf (mengelilinginya, sebagai upacara ibadah). Lalu Nabi Ibrahim a.s. datang menyempurnakan bangunan Baitullah itu. (Tafsir Qurtubi, jilid IV, hal 138).Jelaslah bahwa Baitullah atau Ka'bah itu adalah rumah suci tempat beribadah yang mula-mula dibangun di permukaan bumi ini, dimana sampai sekarang ini tiap-tiap tahun para jama'ah Haji melakukan thawaf mengelilinginya, sebagai salah satu rukun ibadah Haji.Berdasarkan ayat yang dikutip di atas, Baitullah itu mempunyai tiga keistimewaan, yaitu: 1. Mengandung barokah.2. Menjadi petunjuk (hidayah).3. Memberikan keamanan.Ketiga unsur itu, yaitu barokah, hidayah dan aman adalah hal-hal yang amat diperlukan dalam kehidupan ini.Atas motivasi itulah, maka akal yang sehat dapat memahamkan apabila pada ayat tersebut dikaitkan dengan perintah Ilahi supaya manusia (Muslim) melaksanakan ibadah haji ke Baitullah itu, agar dikaruniakan Allah SWT tiga unsur yang menjadi hajat hidup itu.Setiap orang yang sudah melaksanakan ibadah haji, pasti akan menghayati sendiri ketiga nilai-nilai hidup itu. Ia merasakan mendapat barokah, bukan saja barokah ibadah berupa pahala yang berlipat ganda di akhirat kelak, tapi terutama barokah yang berbentuk karunia Ilahi yang menumbuhkan kenikmatan dalam jiwa dan kehidupannya. Ia merasakan mendapat hidayah, bimbingan dan petunjuk dalam mengarungi lautan kehidupan yang penuh badai dan gelombang ini. Dan sebagai puncak (yang ketiga), ia merasa aman, tenang dan tenteram, baik fisik maupun jiwa dan hati nurani. Malah keamanan dan ketentraman jiwa itu, yang dalam istilah Al-Quran disebut muthmainnah (tenang-mantap) adalah merupakan perisai yang paling ampuh dalam menangkis tantangan demi tantangan, yang pasti ditemukan dalam kehidupan ini.
Manfaat Ibadah Haji.Ibadah haji itu mendatangkan berbagai manfaat, baik untuk kehidupan di dunia maupun untuk kehidupan di akhirat kelak. Allah SWT menyatakan dalam Al-Quran:"Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan Haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai onta, yag datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka melihat sendiri berbagai manfaat, dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang ditentukan atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa binatang ternak. (Al-Haj XXII: 27-28).Adapun manfaat ibadah Haji itu untuk kehidupan di dunia antara lain ialah: perlawatan semakin luas, pemandangan bertambah luas, hubungan dan relasi makin banyak, mendapat kesempatan untuk membuka dasar-dasar perundingan membicarakan masalah-masalah politik, ekonomi, sosial, dengan berbagai negara di dunia ini. Ibadah haji boleh dikatakan berfungsi sebagai "Konverensi Internasional" untuk merapatkan hubungan dan silaturahmi antar bangsa-bangsa.Dilihat dari sudut kepentingan kehidupan di akhirat kelak, maka ibadah Haji merupakan satu sarana untuk mendapatkan maghfirah (ampunan) Ilahi ataas dosa-dosa yang telah dilakukan oleh seorang hamba. Apabila Tuhan memberikan ampunan, maka keadaannya akan kembali seperti bayi yang sama sekali tidak berdosa, seperti dinyatakan oleh Rasulullah:"Barang siapa yang mengerjakan (ibadah) Haji, kemudian tidak berbicara kotor dan tidak berbuat kejahatan, maka keadaannya kembali laksana pada waktu dilahirkan ibunya." (Riwayat Bukhari dan Muslim).Pada hadist yang lain disebutkan:"Orang yang melakukan Haji dan Umroh adalah utusan Allah yang (datang) menziarahiNya. Jika mereka meminta, akan diberikan oleh Tuhan; kalau mereka memohonkan ampunan, maka akan diampuni olehNya; jika mereka berdoa akan diperkenankanNya; kalau mereka memohonkan syafa'ah, maka akan dipenuhi oleh Tuhan."
Kesatuan akidah dan tujuan hidup.Ibadah haji adalah merupakan lambang dan pemaduan jiwa dan semangat tauhid, yang menggalang kesatuan akidah dan tujuan hidup kaum muslimin.Dalam bahasa yang satu dan sama, ratusan ribu jamaah haji waktu wukuf di Arafah memakai pakaian yang sama, seragam putih, mengumandangkan ucapan yang sama yang keluar dari lubuk hati yang suci (yang artinya):"Aku sambut panggilanMu, Ya Allah. Aku sambut perintahMu. Aku sambut panggilanMu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kekuasaan adalah milikMu sendiri. Tiada sekutu bagiMu."
Perilaku dan ucapan itu melambangkan dan meningkatkan semangat Tauhid, mempertebal keyakinan kepada Allah Yang Maha Esa, yang tunggal dalam iradat dan qudratNya.Perjuangan dan pengorbanan dalam melaksanakan ibadah haji itu, bergumul dengan kesulitan demi kesulitan, kekurangan demi kekurangan, semua itu semakin memantapkan jiwa manusia untuk mewujudkan kesatuan tujuan hidup, yaitu berbakti kepada Yang Maha Esa dan berjuang untuk mencapai mardhatillah, ridha Ilahi.
Qurban.Dalam rangkaian ibadah haji tersedia pula sarana amaliah yang bukan saja mengandung nilai-nilai ubudiyah, tapi juga mempunyai aspek-aspek sosiologis, kemasyarakatan (ijtima'iyah), yaitu menyembelih hewan, dimana daging-dagingnya itu disediakan untuk menyantuni dan menggembirakan orang-orang fakir dan miskin, umumnya kaum yang tidak berpunya. Para jama'ah yang sedang melakukan ibadah haji melaksanakan penyembelihan hewan itu di kota Mina pada tanggal 10 Zulhijjah. Berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus ribu hewan (kambing) yang disembelih pada hari itu. Daging-dagingnya diserahkan kepada kaum fakir-miskin yang datang mengambilnya, malah dalam prakteknya, persediaan daging melimpah-limpah, sedang yang membutuhkan (konsumen) sedikit, sehingga daging-daging yang tersisa banyak yang menjadi busuk (dahulu), tapi untunglah sekarang, pemerintah Arab Saudi sudah melakukan usaha pengawetan daging-daging itu, yaitu dengan mengalengkannya menjadi daging kalengan (seperti misalnya kornet, dan sebagainya), yang dikoordinir dan diproduksi dengan bantuan beberapa negara tetangga terdekat, agar penyembelihan hewan qurban tidak menjadi mubazzir atau sia-sia. Dan bahkan konon kabarnya daging-daging itu juga dikirim ke berbagai negara miskin yang penduduknya sangat membutuhkan bahan makanan. Subhanallah!Penyembelihan hewan oleh para jamaah haji di Mina itu dinamakan had-yu.Adapun penyembelihan hewan bagi orang-orang yang tidak melaksanakan ibadah haji dinamakan Qurban, yang dianjurkan untuk dilakukan sesudah shalat Idul Adha sampai akhir hari tasyrik, tiga hari kemudian.Ada dua macam nilai-nilai atau keuntungan yang dapat dicapai oleh orang-orang yang melakukan (penyembelihan) qurban itu. Pertama, dengan jalan menyembelih qurban itu ia mendekatkan diri (berbakti) kepada Allah SWT dan dalam kehidupan di akhirat kelak akan menerima pahala yang berlipat ganda. Begitu besar pahalanya, sampai-sampai dalam satu hadist dilukiskan, bahwa darah hewan yang disembelih itu, tanduknya dan bulunya semuanya merupakan amal kebajikan yang akan ditimbang pada hari kiamat. Ada juga yang mengatakan bahwa di akhirat kelak, seorang yang rajin melakukan qurban, akan dipertemukan kembali dengan hewan-hewan (kambing) yang dikurbankan (hewan-hewan itu akan dibangkitkan kembali dan dihidupkan kembali oleh Allah secara utuh), sehingga hewan-hewan itu akan menjadi hewan peliharaannya (yang disayanginya) di akhirat kelak. Bahkan seseorang yang mengurbankan unta, sapi, dan sebagainya akan dipertemukan kembali dengan hewan-hewan tersebut, sehingga ia akan mempunyai hewan tunggangan (unta, sapi, dsb) di akhirat kelak.Kedua, dengan menyembelih hewan qurban itu, maka dapatlah dipupuk dan dikembangkan pembinaan masyarakat yang berjiwa keadilan sosial, karena kaum fakir miskin dengan menerima daging-daging qurban itu merasa mendapat santunan dan perhatian.Seorang muslim yang berqurban berarti telah membuat sebuah investasi untuk kehidupan di akhirat, selain ia juga membuktikan keberadaannya sebagai manusia yang berjiwa sosial di mata masyarakat dan juga memperoleh kemuliaan di sisi Tuhan.Selain dari itu, dengan tindakan amaliahnya itu, ia mengembangkan pula nilai-nilai rohaniah dalam kehidupan pribadinya, yaitu meningkatkan semangat berkorban, memberikan sesuatu dari karunia Ilahi yang diterimanya, kepada orang lain yang membutuhkannya, suatu hal yang merupakan sikap jiwa dan mental yang diperlukan dalam kehidupan ini, terutama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hendaknya kesempatan berqurban ini tidak saja dilakukan pada saat hari raya Idul Adha, namun juga disemangati dalam kehidupan sehari-hari dan juga hendaknya tidak diabaikan oleh kaum muslim, sebagai ungkapan rasa syukur atas kelapangan rezeki yang telah diberikah Allah SWT.Dalam berqurban sebaiknya tidak ditunda-tunda, karena siapa yang tahu apakah tahun depan kita masih diberikan umur panjang oleh Allah. Maka berqurbanlah hari ini demi kehidupanmu di akhirat kelak!
Category: 0 komentar

MENGHORMATI PEKUBURAN - JANGAN GEGABAH MEMBONGKAR DAN MEMINDAHKANNYA

Dengan semakin maraknya penanaman modal asing di negeri ini, pembangunan perumahan mewah, pusat-pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan terkadang tidak hanya berdampak penggusuran kepada perumahan penduduk (terutama perkampungan penduduk ekonomi lemah), namun lebih keji lagi sering dijumpai penggusuran terhadap kompleks pemakaman atau pekuburan yang sudah berpuluh-puluh tahun berada di suatu lokasi.
Dari Buraydah, mengatakan, bahwa Rasulullah selalu mengajarkan kepada para pengikutnya setiap keluar dari tempat pekuburan umum (maqabir, maqbarah) supaya mengucapkan: "Salam atasmu, wahai ahli pekuburan yang mukmin dan muslim! Insya Allah kami akan menyusul kamu ke tempat ini. Kami memohon kepada Tuhan akan ke'afiatan untuk kami dan kamu." (Riwayat Muslim).Dari Jabir pernah dia berkata: "Berkubur bersama ayahku almarhum seorang pria. Sesudah berlalu 6 bulan, maka timbul suatu keperluan (hajah) yang mendesak bagiku terhadap kuburan itu, dan aku tidak memperoleh suatu hal yang berubah dari tubuhnya, kecuali beberapa lembar janggutnya yang telah rontok jatuh ke tanah." (Riwayat Abu Daud dan Bukhari).
Menghormati orang yang meninggal sama sebagai menghormati orang yang hidup.Berpegang kepada firman Tuhan dalam surat Al-Isra' ayat 70 yang berbunyi:"Dan sesungguhnya Kami menghormati-memuliakan manusia keturunan Adam.....".Perintah penghormatan itu berlaku kepada manusia yang sudah meninggal, sebagai halnya kepada manusia yang masih hidup. Kita hormati dia sewaktu hidup, maka setelah manusia itu meninggal, penghormatan itu harus diteruskan. Jenazahnya dipelihara dengan baik, diletakkan dengan tenteram di pekarangan rumah, atau di lokasi pekuburan sehingga dapat dilihat dan diziarahi oleh para sahabat dan sanak saudara.Saat orang baru saja meninggal, seharusnya ia dimandikan sampai bersih, lalu disembahyangkan, dibungkus rapi dengan kain kafan dan diletakkan menghadap ke kiblat, dengan dibacakan doa semoga arwahnya diterima Tuhan dengan baik. Selesai segala upacara kehormatan, lalu dibawa ke pekuburan dan dimasukkan dengan khitmat ke liang lahat yang sudah digali untuknya. kalau semuanya sudah selesai, maka masing-masing meninggalkan kuburan itu dengan membacakan doa semoga dia dibebaskan dari azab kubur yang akan menyiksa dirinya.Demikian tata tertib penghormatan yang harus diberikan kepada seorang yang baru saja meninggal, yang tiada kurang daripada penghormatan yang diberikan kepadanya sewaktu dia masih hidup. Sebagai halnya orang yang hidup harus dihormati hak rumah tempat tinggalnya, maka terhadap manusia yang sudah meninggal, Tuhan menyuruh pula supaya tempat peristirahatan terakhir itu dihormati pula dan tidak diganggu, serta tiada alasan apapun yang dapat disyahkan oleh agama untuk memindahkan jenazah atau kerangka orang yang sudah meninggal itu ke tempat lain. Lebih-lebih bila kemudian digusur, tulang-tulangnya dibuang sembarangan dan tidak dipindahkan ke tempat yang lebih baik, namun justru di atas komplek pekuburan itu dibangun jalan raya, atau mungkin perumahan mewah, pusat perbelanjaan /plasa dan sebagainya, sungguh yang demikian itu perbuatan yang sangat keji (dan sudah banyak terjadi di negeri ini). Perbuatan yang demikian itu, sama saja halnya dengan mengusir seseorang yang hidup dipaksa pindah dari rumah yang sudah menjadi tempat tinggal yang syah baginya. Perbuatan yang demikian itu sangatlah zalim, dengan mengusir seseorang dari rumahnya, bahkan lebih zalim lagi karena sikap itu dilakukan kepada jenazah yang sudah tidak dapat berbuat apa-apa untuk mempertahankan haknya lagi.
Kuburan harus dihormati.Hampir semua buku-buku hadist memuat ajaran Nabi bahwa setiap kuburan harus dihormati, dipandang sebagai tempat yang harus dipelihara (kebersihan dan kesuciannya) dengan khidmat. Kitab "Aunul ma'bud, syarah Sunan Abi Daud" menyebutkan tidak kurang 39 buah hadist yang mengatur soal penghormatan. Tidak kurang dari 24 macam banyaknya persoalan penghormatan itu, mulai dari memasukkan jenazah ke dalam kubur sampai kepada soal ziarah yang dilakukan.Diantaranya ada 7 macam larangan yang ditegaskan sehubungan dengan kesucian dan ketertiban lokasi pekuburan:1. Dilarang mendirikan bangunan di atas tanah pekuburan.2. Dilarang duduk di atas pekuburan.3. Dilarang melakukan penyembelihan hewan di atas tanah pekuburan.4. Dilarang duduk-duduk dan berbincang-bincang soal duniawi di lokasi pekuburan.5. Dilarang berjalan melangkahi makam/nisan di pekuburan, terlebih bila menginjak atau melintasi makam dengan alas kaki (sekarang sudah banyak dilanggar karena ketidaktahuan).6. Dilarang memecahkan tulang-belulang sewaktu penggalian liang lahat di lokasi pekuburan.7. Dilarang memindahkan jenazah dari suatu kuburan tanpa kebutuhan yang mendesak.Demikian 7 macam larangan yang dicegah melakukannya, demi untuk memelihara kehormatan kuburan.
Kebutuhan yang mendesak dan keadaan darurat.Sebagaimana telah disebutkan di atas, termasuk dalam larangan ialah memindahkan kuburan, kecuali ada hal yang memaksa untuk pemindahan itu. Di dalam hal ini terdapat dua kategori.a. Terhadap kuburan pribadi, maka disyaratkan harus diperoleh "kebutuhan yang mendesak" yang menyebabkan pembongkaran dilakukan. Di dalam hadist Jabir yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan juga oleh Imam Bukhari di atas, disebutkan perkataan "hajah", yang maksudnya adalah hajat, kebutuhan yang mendesak yang menyebabkan pembongkaran itu dilakukan. Baik kebutuhan itu datangnya dari pihak keluarga jenazah yang bersangkutan, ataukah dari penguasa atau badan hukum yang memerlukannya, seperti untuk pemeriksaan mayat atau jenazah dalam soal visum untuk penelitian laboratorium kriminal, dan sebagainya.Misalnya, pernah terjadi di zaman Nabi, bahwa seorang sahabat yang menggali dan menimbuni kuburan telah kehilangan gigi palsunya yang menyebabkan dia susah makan atau lainnya, maka diizinkan baginya menggali kembali sampai giginya itu diperoleh lagi.Begitu juga jenazah Sayidina Ali bin Thalib yang meninggal dunia dan dikubur di Kaufah, dipindah oleh putranya, Sayidina Hasan atas nama pemerintah ke kota Madinah.Keterangan Imam Malik dalam bukunya "AL Muwattha", kuburan Sa'ad bin Abi Waqqash dan Sa'ied bin Zaid yang pada mulanya di Al 'Aqieq telah digali dan dibongkar lalu dipindahkan ke kota Madinah.Terhadap pembongkaran kuburan umum yang dinamakan dalam bahasa Arab "maqbarah" (tanah tempat kuburan umum) diperlukan syarat yang lebih berat, yaitu "keadaan darurat" (keadaan yang sangat memaksa). Hanyalah dalam keadaan yang sangat memaksa, dengan arti bahwa kalau tidak dilakukan pembongkaran dan pemindahan akan terjadi suatu hal yang berbahaya atau bencana bagi masyarakat sekitar, barulah dapat dilakukan pemindahan.
Keadaan darurat apakah yang demikan memaksanya?Apakah sesuatu keadaan darurat yang kita hadapi sekarang sehingga kita harus menempuh jalan yang demikian? Bahaya apakah yang akan timbul, kalau kehormatan kepada jenazah yang terkubur dan tanah-tanah kuburan yang telah menjadi tanah pekuburan umum itu harus dibongkar paksa atau dirusak kehormatannya?Menurut pandangan kami, memelihara tanah pekuburan yang sudah ada dan menghiasinya dengan secara baik dan terawat rapi, tidak akan mengurangi keindahan kota, dan tidak pula mengurangi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan suatu kota yang modern sekalipun.Suatu ibukota negara misalnya seperti kota Damaskus yang menjadi ibukota Syiria, tidak merasa perlu membongkar pekuburan umum yang di dalamnya terdapat makam Bilal bin Robah yang menjadi muadzin di zaman Nabi, yang sekarang suah menjadi "maqbarah" tempat pekuburan umum. Dari uraian-uraian di atas, dapatlah disimpulkan bahwa menurut hukum Islam, pembongkaran dan pemindahan kompleks pemakaman (makam, maqbarah, TPU), hanyalah diperkenankan dalam keadaan darurat, terpaksa bila mengancam keselamatan masyarakat umum atau penduduk sekitar. Artinya, kalau tidak demikian memaksa untuk memindahkan pemakaman, sebaiknya jangan dilakukan karena haram hukumnya, dan bagi yang melanggar akan berdosa besar! Jangan karena iming-iming tender besar dari investor asing, maka penguasa suatu daerah dengan entengnya mengiyakan untuk menyetujui pembongkaran atau relokasi makam hanya untuk mendirikan plasa atau pusat perbelanjaan dan perumahan mewah di atasnya. Sungguh yang demikian itu perbuatan keji dan munkar!
Category: 0 komentar


Buku Laris

 
Beli Beli Beli Beli Beli






Pengunjung blog ini

Mencari Artikel


dmoz.org


www Blog ini